Masjid Kampus Butuh Pengamanan Serius

Di masjid megah ini, kasus kehilangan kerap terjadi. Di bulan mei saja, sudah ada 4 kasus. Foto diambil dari www.uin-suka.ac.id

 

Bulan Mei saja, sudah ada 4 kasus pencurian di Masjid UIN

lpmarena.com, “Assalamualaikum wahai peminjam laptop saya, bagi anda yang meminjam laptop saya ‘lenovo dengan lukisan abstrak’ tolong kembalikan hak saya yang saya gunakan sebagai matapencaharian dan buat saya belajar yang dibeli dengn kerja keras keringat Ibu saya. Pada hari selasa, 21 Mei 2013. Jika anda tidak mau hidup dengan kebingungan, tolong kembalikan. Karena sebagian orang di dalamnya ada uang anak yatim. Selain itu, data ‘Imam masjid’ juga ada di dalamnya. Kalau anda ingin hidup tenang tolong kembalikan!!! Jangan lagi rugikan orang lain!!! Kalau anda berniat baik mengembalikan, saya tidak akan buka aib anda, dan ada hadiah yang tidak merugikan anda!!! Jangan kotori masjid lagi dengan perbuatan anda!!!”

Demikian isi dari pengumuman yang ditempel Ian, mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial semester IV, di dinding luar tempat wudu Masjid UIN Suka, dua hari setelah ia kehilangan laptop.

Kejadian bermula pada Selasa (21/05), saat itu Ian berniat untuk melaksanakan solat asar di Masjid Kampus. Saat solat berjamaah, Ian meletakkan tasnya yang berisi laptop di bawah salah satu pilar masjid. “Sebelum solat ,aku sempat main laptop di selasar sama temen,” kata Ian.

Selesai solat, ia mendapati tasnya yang telah kosong tanpa laptop. Setelah itu, ia pun melapor ke pos induk Satpam UIN Suka. Satpam hanya mencatat kasusnya. Ia pun diperlihatkan rekaman CCTV yang dipasang di dalam masjid, namun hasil rekamannya sangat mengecewakan, gambarnya tidak jelas. “Diganti lah CCTVnya, malu masjid sebesar ini CCTV kualitasnya jelek,” keluhnya.

Saat crew ARENA mengkonfirmasi Satpam masjid, Dahlan salah seorang satpam membenarkan adanya kehilangan laptop tersebut. Sangat mencengangkan keterangan dari Dahlan. Menurut data satpam, dalam bulan Mei ini ternyata sudah terjadi empat kasus pencurian laptop di masjid. “Saya ya sudah berusaha mengamankan, tapi karena petugasnya cuma satu ya kesulitan,” kata Dahlan.

Baca juga  Ditinggal Rapat, Motor Lesat

Ia juga mengungkapkan bahwa kasus pencurian di masjid kampus sudah bukan hal baru, sudah sejak dulu banyak pencurian. Modus yang digunakan pencuri berbeda-beda, ada yang hanya mengambil laptopnya saja, dan ada yang menukar tas korban dengan tas kosong. Selain laptop, barang yang biasa jadi incaran pencuri di masjid adalah dompet dan sepatu.

Dahlan menambahkan, selain pengamanan dari petugas, pengunjung masjid juga diharap memastikan barang berharganya aman, jangan menganggap bahwa masjid pasti aman. “Kami ya hanya dapat menghimbau saja, agar menjaga barang berharga, atau diletakkan di penitipan,” jelas Dahlan.

Pihak Universitas terlihat tidak serius dalam mengantisipasi tindak kejahatan tesebut. Hal ini terbukti dengan tidak adanya langkah preventif yang dilakukan. Dahlan pun juga mengeluhkan kurangnya fasilitas yang diberikan untuk pengamanan masjid, seperti monitor CCTV yang tidak bisa ia akses langsung, dan sarana komunikasi yang sangat minim.(Lugas Subarkah)

Editor : Folly Akbar

 

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of