Mahasiswa Tegas Menolak Kenaikan BBM

Mahasiswa Tegas Menolak Kenaikan BBM

Aksi keempat AMY meminta negosiasi bersama pemerintah, (20/11).
Aksi keempat AMY meminta negosiasi bersama pemerintah, (20/11).

 

Lpmarena.com, Aliansi Mahasiswa se-Yogyakarta (AMY) kembali turun ke jalan, menolak kenaikan harga BBM. Konsep aksi kali ini mempertunjukkan teatrikal, dengan menceritakan jeritan seorang petani, pemulung yang menggugat kebijakan pemerintah yang sama sekali tidak berpihak pada masyarakakat.

Syaefuddin Al Ayyubi (Ucok) mengungkapkan jika hari ini kita akan melaksanakan aksi damai yang benar-benar damai, dan pihak kepolisian jangan memprovokasi massa, biar kejadian yang tidak diinginkan tidak terulang kembali. “Ayo kita ekspresikan tuntutan kita, karena presiden kita Jokowi telah melacuri negara kita,” ungkapnya ketika berorasi di depan massa.

Ahmad Badri selaku perwakilan dari BEM UIN Suka menambahkan dalam orasi politiknya ditengah gerumulan massa aksi, ia menegaskan bahwa bangsa kita telah dikotak-kotakkan menjadi dua kubu dari sejak pilres, “Jokowi yang katanya blusukan, turun ke masyarakat, ternyata bukan memberikan kesejahteraan masyarakat, justru membuat masyarakat malarat,” ungkapnya.

Di sela-sela orasinya, Badri menghimbau agar massa aksi tetap dalam barisandan harus selalu teriakkan lawan! Karena bangsa kita yang kaya raya harus dipertahankan dan nasib bangsa kita ada ditangan pemuda yang terorganisir.“Jangan takut Polisi yang hanya lulusan SMA, kita mahasiswa yang lebih teroganisir dari mereka,” tambahnya.

Latif, selaku negosiator aksi asal Universitas Islam Indonesia (UII)mengungkapkan naiknya BBM kali ini memang tidak rasional. “Banyangkan apa fungsi Kementrian Kesehatan, Kementrian Pendidikan, Kementrian Pangan, dll, yang semuanya sudah punya angaran tersendiri,” keluhnya. Di saat(harga) minyak dunia turun,Indonesia malah naik. “Alasannya digulirkan untuk Kartu Indonesia Sehat, padahal anggaran itu sudah diatur dikonstitusi negara,”tambah mahasiswa yang aktif di Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI).

Adapun sikap yang tegas adalah “menolak BBM” dengan tawaran solusi: negosiasi kontrak karya migas dan nasionalisasi aset-aset asing dibawa kontrol rakyat, berantas mafia migas yang jelas-jelas merugikan rakyat, implementasi pajak progresif, cabut Undang-Undang migas No.22 tahun 2001 yang meliberasi sektor migas dan laksanakan pasal 33 UUD 1945. (Sebagaimana ARENA kutip di press release aksi).

Baca juga  Menelisik Gerhana Bulan

Hari keempat aksi yang digelar di Jalan Laksda Adisucipto oleh AMY ini diikuti oleh Keluarga Mahasiswa Pecinta Demokrasi (KeMPeD)dan menambah daftar massa aksi menjadi 13 organisasi ( LMND, PMII, HMI, SMI, RESDEM, IMM, SEKBER, FAM-J, PEMBEBASAN, CAKRAWALA, BEM UIN, FL2MI, dan KeMPeD). (M. Faksi Fahlevi)

 

Editor : Ulfatul Fikriyah

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of