Perhatikan Kembali Pembangunan Hotel di Jogja

Suasana diskusi film Belakang Hotel, Selasa (27/01).
Suasana diskusi film Belakang Hotel, Selasa (27/01).

Lpmarena.com. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta bekerjasama dengan Warga Berdaya mengadakan acara pemutaran dan diskusi film berjudul “Belakang Hotel”. Film ini dilatarbelakangi atas kekhawatiran terhadap maraknya pembanguan hotel di Yogyakarta yang makin merajalela.

Acara yang bertempat di Joglo Warung Jawi Kotagede ini mendatangkan Dhandy Dwi Laksono (WatchDoc), Eko Riyadi (Dirut PUSHAM UII) dan Marco Kusumawijaya (Pakar Tata Kota) sebagai pembicara dan Bambang MBK (The Jakarta Post) sebagai moderator.

Sesuai dengan judulnya, film ini menggambarkan kehidupan masyarakat Jogja di balik pendirian hotel-hotel. Film ini betujuan untuk menyadarkan kepada masyarakat, tokoh, mahasiswa dan berbagai kalangan khususnya warga Yogjakarta, bahwa kini Yogyakarta sedang diserang oleh kapitalisasi serta industrialisasi hotel. Dampak kerugian langsung atas pembangunan hotel yang sangat marak tersebut antara lain mengeringnya sumber air, harga yang melonjak, kemacetan dan kesemrawutan dan lain-lain.

“Air di Jogja makin asat bukan karna pengaruh musim hujan atau tidak, tetapi karena penyedotan air oleh para hotel yang berdiri,” ujar Marco Kusumawijaya (pakar tata kota).

Pada diskusi tersebut dijelaskan pula bahwa pemerintah harus terbuka dengan masyarakat tentang hubungan antara sektor dan faktor dalam pembangunan gedung- gedung. (Rifki)

 

Editor : Ulfatul Fikriyah

Komentar

komentar

Baca juga  Pembangunan Masif, Ruang Publik Minim

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of