Awien Ceritakan Perkembangan Islam Di Minahasa Lewat Novel

Lpmarena.com, Bedah buku karya Awien SJT berjudul “Matahari Kecil dari Tanah Minahasa” digelar di Teatrikal Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Suka, Rabu (05/10). Hadir sebagai pembicara Ahmad Muttaqin selaku pakar pemikiran Islam dan dosen UIN Sunan Kalijaga dan penulis novel Awien SJT, yang dimoderatori oleh esais Almunauwar Bin Rusli.

Novel ini mengungkap sisi-sisi gerakan Islam lokal, khususnya penyebaran Islam di Minahasa. Ini tak lepas dari peran tokoh, seperti Kyai Mojo, Al Jufri,  sampai Muhammad Abduh. Salah satu tempat yang menjadi sorotan adalah Kampung Jawa Tondano, di mana kampung tersebut masyrakatnya berketurunan Jawa dan banyak yang beragama Islam.

Lebih lanjut, penyebaran agama saat ini bagi Awien tidak hanya pada ranah perang wacana, tapi juga melalui simbol. Sedangkan di Indonesia simbol yang dominan adalah simbol barat. “Di Manado ada patung Yesus terbesar kedua setelah Brazil, simbol ini disampaikan lewat novel,” kata penulis yang juga mahasiswa pascasarjana UMY ini.

Meski lokal, bagi Mutaqqin novel tersebut juga memotret problem yang lebih luas, salah satunya tentang konflik politik lokal yang dibawa Awien. “Ini novel sejarah. Yang menjadi menarik adalah kemampuan untuk menangkap sisi-sisi politik lokal yang merepresentasikan politik nasional,” kata Muttaqin.

Novel tersebut juga mengulas tentang tokoh bernama Zaki yang memiiliki karakter yang cerdas, beragama kuat, dan inspiratif. Tokoh ini meski saat menjadi mahasiswa aktif di gerakan dan mempunyai jejak akademik bagus, tapi ia tak silau dengan kota dan mau kembali membangun desa. Di desa, Zaki membangun masyarakat dengan kegiatan-kegiatan kreatif. “Dalam Sosiologi Agama, perubahan sosial tidak dimulai dari mayoritas, tapi kelompok kecil kreatif yang konsisten dan mempunyai visi,” ujar Muttaqin.

Awien menambahkan novel kedua yang ditulisnya ini dipengaruhi oleh novel-novel karya Andrea Hirata, Habiburrahman El Shirazy, serta Dan Brown. Selain dari penulis-penulis tersebut, Awien memilih dan meriset apa-apa saja untuk menyelesaikan novelnya ini, baik dari pengetahuan ataupun pengalaman. “Tidak semua yang terjadi ditulis, dan tidak semua yang ditulis terjadi,” tuturnya.

Reporter: Isma Swastiningrum

Redaktur: Lugas Subarkah

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of

Send this to a friend