Cinta Speaks Her Silence in “Hush”

Tokoh utama itu bernama Cinta. Perempuan yang bekerja sebagai diva plus penyanyi bar dan memiliki masa lalu yang nakal. Nakal tak lain diperoleh melalui konstruk sosial masyarakat akan perempuan.

Lpmarena.com, Film berjudul Hush yang disutradarai oleh Djenar Maesa Ayu merupakan film fiksi dokumenter yang bercerita tentang sosok perempuan berkarakter merdeka bernama Cinta. Cinta sangat mencintai kebebasan, dia menemukan arti hidupnya lewat pengembaraan yang panjang dari  Bali, ke Jakarta hingga ke Gili Trawangan Lombok.

Dengan tubuh penuh tato, perokok dan peminum berat, Cinta menceritakan kisahnya dengan sangat enteng menggunakan Bahasa Inggris tentang pengalaman seksualnya pertama kali, kisah aborsinya, bagaimana dia dipenjara, atau bagaimana dia menjalin persahabatan dan dikhianati pria yang dia cintai. Juga kisah tentang keluarganya, tentang ibunya yang telah mengalami berkali-kali pernikahan, sampai label buruk dari masyarakat tentang dirinya, dan yang lebih luas lagi label yang terikat pada perempuan.

“Cinta membolehkan tubuhnya untuk menyampaikan pesan. Dan Cinta membiarkan itu. Ini orang brave sekali,” ujar Djenar Maesa Ayu dalam diskusi film Hush di Gedung Empire XXI Yogyakarta, Jumat (2/12). Pemutaran film ini juga dalam rangka agenda 11th Jogja-Netpac Asian Film Festival bertajuk Islandscape.

Djenar yang sering mengangkat tema-tema tentang perempuan, lewat Hush mencoba mengkritik tentang isu-isu yang selalu meletakkan perempuan sebagai korban. Dia mencoba menyuarakan perempuan yang terbungkam (speak the silence). “Kita semua adalah korban dari sistem, struktur,” ucap penulis buku Mereka Bilang Saya Monyet! ini. “Setiap hari, setiap detik, yang ketahuan baru segitu, yang tidak ketahuan seberapa banyak? Kekerasan adalah kekerasan. Kita harus sangat aware,” tambahnya.

Cinta Ramlan selaku pemain utama juga menegaskan bahwa Hush mencoba membongkar stigmatisasi terhadap perempuaan. Meski fiksi, kisah Cinta dalam Hush banyak dialami oleh siapapun. “This is real stories,” kata Cinta.

Reporter dan Redaktur: Isma Swastiningrum

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of