Lpmarena.com- “Kendeng Lestari, Ganjar Lamis” begitu sebuah tagline yang menjadi tema dalam acara solidaritas untuk Kendeng yang dilaksanakan Minggu(15/1). Tema tersebut sengaja diambil dengan tujuan untuk mengawal keputusan Ganjar tentang kebijakan semen di Kendeng yang akan dilaksanakan 17 januari mendatang.
“Kasus Kendeng harus dikawal terus, karena banyak media mainstream yang dengan sengaja tidak meliput isu tersebut, sehingga banyak masyarakat tidak tahu. Khususnya para mahasiswa,” ucap Hasan Gauk selaku ketua acara Solidaritas untuk Kendeng.
Banyak mahasiswa yang tidak tahu-menahu terkait isu-isu lokal tentang penindasan yg terjadi di masyarakat, misalnya kasus Kendeng. Sehingga dengan mudah penindasan terus merajalela di bumi Indonesia. Untuk itu acara solidaritas Kendeng mewadahi dan memfasilitasi mahasiswa untuk berekspresi dan mengaspirasikan dirinya dalam melakukan perlawanan terhadap apa yang terjadi di Kendeng. Selain itu acara tersebut untuk menumbuhkan rasa peduli mahasiswa dalam membela kaum-kaum yang tertidas.
Solidaritas untuk kendeng tidak berhenti begitu saja, mahasiswa dari berbagai organisasi serta masyarakat umum akan datang ke Semarang untuk bergabung dengan petani Kendeng dalam aksi mengawal kebijakan Ganjar. Apabila kasus tersebut tidak dikawal, maka pemberhentian pabrik semen di Kendeng tidak akan pernah terjadi.
Aksi solidaritas untuk Kendeng, bukan akhir dari perjuangan mahasiswa dalam melawan penindasan karena masih banyak penindasan yang terjadi di bumi pertiwi ini. “Mahasiswa harus lebih peka terhadap isu-isu lokal karena mereka akan kembali untuk masyarakatnya sendiri,” sambung Hasan Gauk.
Acara yang dilaksanakan pukul 19.00 hingga 24.00 di parkiran terpadu Fakultas SAINTEK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut juga melibatkan beberapa tokoh seperti, KH. Imam Aziz PBNU (Pengurus Besar Nahdatul Ulama), Hairus Salim (Budayawan), Saut Situmorang (Penyair), Dendang Kampungan, Sanggar Nusantara, Sanggar Merah Putih, Rakyat Sastra, Teater 42, Kedung Darma Romansha, Tetek Tatum dan masih banyak lagi.
Magang : Dadan M
Redaktur : Wulan