Mahasiswa Harus Ikut Andil Dalam Memperjuangkan Hak-Hak Buruh

Mahasiswa Harus Ikut Andil Dalam Memperjuangkan Hak-Hak Buruh

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

“Persoalan buruh bukan hanya persoalan kaum pekerja, tetapi menjadi persoalan kita semua termasuk mahasiswa sebagai kaum akademisi,” Pipin Jamson.

Lpmarena.com- Perjuangan buruh bukan semata-mata perjuangan para pekerja upahan, akan tetapi menjadi tanggung jawab semua kalangan, khususnya mahasiswa. Dengan ilmu dan pengetahuannya, mahasiswa dipandang paham tentang akar persoalan buruh, sehingga para buruh masih berharap akan kontribusi mahasiswa dalam memperjuangkan hak-hak mereka. Buruh masih sangat mempercayai bahwa mahasiswa sebagai agen of change. Hal tersebut dijelaskan Gianto anggota Persatuan Serikat Buruh dalam diskusi May Day “Menakar Kekuatan Buruh Era Reformasi” pada Kamis (27/4), di ruang seminar FISIPOL Universitas Gajah Mada (UGM).

Menyambut May Day 2017,  peran mahasiswa masih sangat dibutuhkan dalam perjuangan bersama buruh. Tidak hanya dalam penggalangan aksi massa, tapi juga pengawalan demi mencapai tuntutan para buruh. Pipin Jamson dari Polgov Research yang merupakan salah satu pembicara dalam diskusi juga menyampaikan, bahwa para mahasiswa seharusnya sadar dan turut merasakan ketidakadilan yang dialami buruh saat ini. Para mahasiswa yang 99% akan menjadi pekerja, wajib ikut serta dalam memperjuangan hak-hak para buruh.

Max Lane Indonesianis, dosen Victoria University, Australia yang saat itu juga menjadi pembicara memaparkan bahwa May Day merupakan hari kebangkitan buruh dan pekerja diseluruh dunia. Hal tersebut harus disadari oleh semua kalangan termasuk mahasiswa yang dianggap sebagai generasi muda penerus bangsa. Max Lane menganggap mahasiswa memiliki potensi untuk memberi pendidikan dan pengetahuan pada masyarakat luas khususnya para buruh. “Dengan pendidikan tersebut bisa menyadarkan mereka yang masih terkonstruk oleh sistem,” Pipin menambahkan.

Max Lane memaparkan sebuah fakta sejarah, bahwa pada era 80 sampai 90-an para serikat buruh dan mahasiswa banyak menulis dan mengkritik pemerintah yang tidak pro dengan buruh melalui koran-koran lokal dan nasional. Hal tersebut bisa dijadikan sebagai hipotesis awal bahwa mahasiswa dalam hal ini pemuda, mempunyai peran besar dalam proses lahirnya bangsa Indonesia. “Kaum muda mengambil peran besar di Indonesia untuk menuju sebuah perubahan,” tegas Max Lane.

Baca juga  Selamatkan Demokrasi dari Bahaya Laten Orde Baru

Terkait sejarah perjuangan pemuda, Gianto yang menjadi salah satu anggota serikat buruh juga menceritakan bagaimana persahabatan kaum buruh dengan aktivis mahasiswa era Orde Baru, di Solo pada masa itu. Mahasiswa juga ikut andil dalam  memperjuangkan hak-hak kaum pekerja, hingga akhirnya terjalin hubungan yang sangat harmonis di antara keduanya. “Sampai-sampai kami sebagai buruh sangat akrab dan senang bercerita terkait persoalan buruh bersama mahasiswa,” imbuh Gianto.

Sebelum diskusi tersebut diakhiri Pipin Jamson mengatakan terkait May Day, mahasiswa diharap turut aktif dalam memperjuangkan hak-hak buruh pada Senin 1 Mei 2017 nanti. Tidak hanya berpartisipasi dalam aksi massa, tetapi juga menindaklanjut aksi tersebut dengan ikut mengawal persoalan-persoalan buruh. “Setidaknya anda sebagai mahasiswa ikut aksi May Day sebagai pengalaman dan pembentukan kesadaran,” Pipin menutup pembicaraan.

Magang: Hedi Basri

Redaktur: Wulan

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of