Home BERITAKABAR JOGJA Pos Polisi UIN Dibakar, Massa Aksi Tertangkap Polisi

Pos Polisi UIN Dibakar, Massa Aksi Tertangkap Polisi

by lpm_arena

Published on May 2, 2018

Lpmarena.com- Masa aksi yang tergabung dalam Gerakan Satu Mei (GERAM) melakukan aksi di Pertigaan UIN Sunan Kalijaga, (1/05). Aksi tersebut dalam rangka menyambut Hari Buruh (Mayday). Aksi dilakukan pada pukul 15.00 WIB.

Masa aksi membawa beberapa tuntutan salah satu tuntutannya menolak dibangunnya Bandara Internasional di Kulon Progo. Mereka  menganggap pembangunan bandara tidak mempunyai dampak menyejahterakan rakyat dan membela kaum kapitalis.

Salah seorang masa aksi yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan bahwa aksi tersebut membawa tuntutan terkait pencabutan perpres tentang tenaga kerja asing, tentang rencana presiden percepatan pengadaan tanah, upah yang tidak sesuai dengan kebutuhan.

Dia menjelaskan kericuhan tersebut berawal dari banyaknya kendaraan bermotor yang merasa resah dengan kondisi jalanan yang macet. Pihak kepolisian menginkan masa aksi untuk memperkecilkan lingkaran. Namun, masa aksi tidak menuruti itu.

“Saya tadi baru selesai ngecek penutup jalan deket pos satpam bantuin mobil puter balik. Aku meh balik tapi wong-wong wes do mlayu,” terangnya saat diwawancarai ARENA via WhatApps.

Namun, aksi berujung ricuh. Sekitar pukul 16.30, terjadi pembakaran Pos Polisi oleh salah seorang masa aksi. Pemabakaran tersebut saat koordinator aksi membacakan tuntutan.

Pembacaan tuntutan belum selesai, amuk warga karena merasa tidak nyaman dengan adanya aksi tersebut, disebabkan masa aksi  menganggu ketertiban umum dan melukai warga.

Suasana semakin panas, baku hantam antara warga, polisi, dan masa aksi terjadi. Masa aksi melarikan diri ke arah selatan masuk ke Kampus UIN Sunan Kalijaga. Salah seorang masa aksi tertangkap warga di Pos Polisi dan diadili warga sampai berdarah-darah.

Suasana semakin tegang, setelah beberapa bom molotof tertangkap oleh polisi. Pengrebekkan Polisi di kampus UIN Sunan Kalijaga terjadi. Amarah polisi dan warga tidak terkontrol mengakibatkan beberapa kali terjadi salah tangkap. Seperti halnya yang dialami Haris salah seorang mahasiswa BIologi semester 4. Dirinya ditendang oleh salah seorang aparat kepolisian karena diduga terlibat dalam Aksi. Padahal dirinya sedang mengerjakan tugas di depan labolatorium UIN Saintek.

Pengrebekkan dilakukan hingga pukul 18.30. Puluhan masa aksi yang tergabung dalam aliansi tertangkap dan dibawa kantor kepolisian untuk memberi keterangan.

Firman Polres Sleman mengatakan dirinya belum dapat mematiskan masa aksi yang ditangkap berasal dari kampus mana. Pasalnya, memang pihak kepolisian belum mendapatkan keterangan dari masa aksi yang tertangkap. “Kami di sini sebagai penengah untuk meredam emosi masa aksi dengan warga, ini sudah tidak lagi polisi yang marah. Tetapi, warga yang marah,” jelasnya.

Hakil Putra (23), warga papringan merasa aksi tersebut sudah tidak lagi wajar. Pasalnya, sudah merusak fasilitas warga. “Saya juga buruh, tapi juga tidak anarkis itu dalam menyampaikan tuntutan,” terangnya.

Reporter: Abdul Qoni’ Akmaludin

Redaktur: Syakirun Ni’am

Foto: Syakirun Ni’am