Home BERITA Refleksi 2 Tahun Relokasi Malioboro: PKL Bagikan Bansos, Sindir Pemerintah

Refleksi 2 Tahun Relokasi Malioboro: PKL Bagikan Bansos, Sindir Pemerintah

by lpm_arena
Print Friendly, PDF & Email

Lpmarena.com – Sebagai bentuk refleksi 2 tahun relokasi PKL Malioboro, Pedagang Kaki Lima (PKL) Malioboro menggelar pembagian bantuan sosial (bansos), pada kamis (29/02) di Halaman Barat Teras Malioboro II. Pembagian bantuan sosial ini adalah sikap solidaritas antar sesama PKL Malioboro. Solidaritas itu diperlukan, pasalnya semenjak direlokasi, pendapatan PKL menurun drastis.

Ketua Ketua Paguyuban dan Koperasi Tridharma, Arif Usman, mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk meringankan beban teman-teman PKL. Karena, pasca relokasi, penghasilan PKL jauh dari kata sejahtera.

“Kegiatan refleksi ini sebagai bentuk sindiran kepada pemerintah, (bahwa) kita perlu perhatian lebih untuk bisa mencapai kesejahteraan ke depannya,” ujarnya saat diwawancarai ARENA. ”Karena selama ini belum pernah mengadakan hal seperti (kegiatan) ini.”

Rakha Ramadhan, dari Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta, menuturkan kegiatan ini adalah bentuk solidaritas sesama PKL. Pembagian bansos merupakan simbol rakyat bantu rakyat ketika negara hari ini dengan kebijakannya, alih-alih menyejahterakan, malah memiskinkan rakyatnya sendiri.

“Karena bisa kita lihat, penataan (PKL dari) selasar ke Teras Malioboro II kemudian bukannya (membuat) teman-teman pendapatannya naik, justru malah menurun, dan itu berdampak pada kesejahteraan teman-teman PKL. Dan kurang lebih 2 tahun teman-teman PKL bersuara tak kunjung didengar,” terangnya saat diwawancarai ARENA.

Sejak direlokasi pada tahun 2022, PKL Malioboro mendapati berbagai masalah di TM II, mulai dari menurunnya pendapatan, data pedagang yang tidak sesuai, sampai infrastruktur yang tidak memadai. Selama itu pula PKL Malioboro sudah berulang kali menyuarakan keresahannya. Arif juga menyebut bahwa pemerintah tidak melibatkan pedagang dalam memutuskan kebijakan terkait keberlangsungan PKL.

“Makanya bansos ini sebagai bentuk saling membantu, juga berharap kepada pemerintah bisa melihat teras malioboro 2 masih dalam kondisi yang tidak baik-baik saja, untuk kemudian ditindaklanjuti dan dibuatkan kebijakan mengkoordinir hak teman-teman pedagang,’’ tambah Rakha.

Anggaran bansos sendiri, menurut Rakha, berasal dari hasil usaha para PKL secara mandiri. Seperti mencari sumbangan sukarela dan membuka bazar. Arif menambahkan, bazar itu dilakukan pada bulan Februari lalu di Malioboro. Dari menjual pakaian sampai boneka.

Selain membagikan bantuan sosial, PKL Malioboro juga menggelar pasar sembako murah untuk para PKL, di tengah harga sembako yang sedang mahal. PKL Malioboro juga memberikan santunan untuk anak yatim piatu dan disabilitas.

Reporter Syamsukrandi | Redaktur Mas Ahmad Zamzama N.