Lpmarena.com–Keberadaan toilet di dalam ruang kelas Gedung Halal Center Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) menuai keluhan kalangan mahasiswa. Pasalnya, dari enam ruang kelas yang tersedia, hanya tiga ruangan yang dilengkapi toilet. Hal itu menyulitkan mahasiswa maupun dosen yang berada di kelas lain ketika hendak menggunakan toilet, terlebih karena tidak tersedianya toilet di luar ruang kelas.
Mohammad Bramantia Sesario, mahasiswa Sosiologi yang rutin mendapat jadwal kuliah di gedung tersebut, menyayangkan kondisi ini karena sangat mengganggu kondusifitas pembelajaran. Menurutnya, tata letak gedung tersebut dianggap tidak masuk akal, karena toiletnya berada dalam satu ruang kelas di setiap lantainya. Mahasiswa dipaksa melintas tepat di tengah dosen dan mahasiswa hanya untuk numpang ke toilet.
“Misalnya hal ini berkelanjutan akan tidak kondusif, karena pasti dampaknya pada pembelajaran yang ada di ruang kelas itu, dosen dan mahasiswa juga pasti malas,” keluhnya saat diwawancarai ARENA di taman FISHUM Rabu (17/12).
Dia juga menilai hal ini juga berimbas pada dosen berusia lanjut. Ia khawatir, dosen merasa kesulitan jika harus ke gedung utama untuk ke buang air karena toilet yang ada di gedung Halal Center berada di dalam kelas. Hal ini akhirnya berimbas pada terhambatnya waktu pembelajaran karena jarak yang jauh.
Selaras dengan itu, Tahmid Akbar Halim, mahasiswa Sosiologi lainnya, menyayangkan tata letak toilet yang tidak tepat. Pasalnya, toilet di gedung tersebut berada di dalam ruang kelas dan tidak kedap suara sehingga berdampak pada kondusifitas pembelajaran.
“Dampaknya sangat signifikan karena konsentrasi difokuskan untuk menahan buang air daripada harus masuk kelas lain dan melewati dosen,” keluhnya saat diwawancarai ARENA di taman FISHUM pada Jumat (19/12).
Selain tata letak yang mengganggu konsentrasi pembelajaran, ia juga mengeluhkan kondisi toilet yang tidak kedap suara karena masih bisa mendengarkan dosen ketika di kamar mandi. Akibatnya muncul rasa kehati-hatian yang maksimal dalam menyamarkan suara yang muncul dalam toilet.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Dekan II bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan FISHUM, Astri Hanjarwati, membenarkan buruknya tata letak fasilitas di gedung itu. la menjelaskan bahwa Halal Center merupakan gedung lawas yang bukan diperuntukkan sebagai ruang belajar. Penggunaan gedung itu, menurutnya, adalah langkah terpaksa akibat kurangnya ketersediaan kelas.
Astri mengungkapkan, perbaikan toilet sudah masuk ke dalam rencana induk fakultas, tetapi terpaksa diturunkan prioritasnya karena adanya efisiensi anggaran. Sementara itu, ia menyampaikan, pembaruan fasilitas lain baru bisa diupayakan pada tahun 2026.
“Sebenarnya sudah kita rencanakan tetapi dananya tidak cukup. Jadi kita konsentrasikan di gedung ini (gedung utama, Red.) dulu untuk perbaikan kamar mandi,” tuturnya ketika diwawancarai ARENA di ruangannya, Jumat (12/12).
Alasan ini dianggap tidak mendasar oleh Bram. Ia menilai kampus memiliki anggaran yang cukup terbukti dengan adanya pembangunan baru di samping gedung utama. Ia menyayangkan lambatnya birokrasi kampus atas hal ini, padahal fasilitas lain dapat dilakukan secara singkat.
“Yang penting ada kemauan dari pemangku kebijakan, nyatanya dia (bangunan baru, Red.) dua bulan udah mau jadi toh,” pungkasnya.
Reporter Keisha Alya Putri (magang) | Redaktur Rizqina Aida