Ketika UAS Jadi Prioritas

Ujian Akhir Semester (UAS) bagi mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi bertempat di gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora yang berlangsung dari tanggal 10-19 Januari 2012 ini mengalami hiruk-pikuk keramaian mahasiswanya yang kalang kabut dengan adanya kewajiban menyelesaikan dan mengumpulkan tugas akhir selama UAS berlangsung.

Hal ini dikarenakan banyaknya tuntutan tugas yang bersyarat, sedangkan penguasaan materi sebagai landasan berpikir untuk membuat tugas masih kurang dikuasai. Seperti yang dituturkan oleh Johan, mahasiswa Ilmu Komunikasi 2010, ”Kita saja belum dapat materi secara tentang metode penelitian sosial, tapi sudah harus membuat tugas proposal penelitian mendadak begini, dengan deadline pengumpulan tugas tidak lebih dari satu minggu sebelum ujian,” ujarnya, “ Hal ini membuat saya sendiri pusing, sebab gak cuma satu tugas yang mesti saya selesaikan, tapi ada banyak tugas lain yang belum selesai,” tandasnya.

Berbeda dengan Johan, mahasiswa komunikasi lainnya yaitu Elyas Nur Kholik berpendapat bahwa tugas yang diberikan tidak sebanding dengan waktu yang diberikan dosen. Hal ini menyebabkan ia harus memutar otak bagaimana membagi waktu antara belajar untuk ujian dan berusaha menyelesaikan tugas sebelum deadline.

Imbasnya, banyak mahasiswa yang bertanya dan pada dosen apakah ujian dilaksanakan secara close book atau open book. Seperti yang dituturkan Yani Tri Wijayanti, M. Si, dosen mata kuliah Dasar-dasar Public Relations, “ Mahasiswa sekarang bukannya belajar untuk mempersiapkan ujian, malahan tanya ujiannya close book atau open book…”ungkapnya.

Berbeda dengan sebagian mahasiswa yang mengeluhkan adanya pengumpulan tugas selama UAS berlangsung. Mahasiswi Ilmu Komunikasi ini, Irma Suryani menyatakan tidak ada masalah jika kita mau berusaha dan mempersiapkannya lebih awal. “ Sebenarnya sebagian perintah membuat tugas mata kuliah tertentu itu sudah dikatakan dosen terkait dari awal-awal pertemuan dahulu, tinggal bagaimana kiat kita memanfaatkan rentang waktu yang disediakan untuk mencicilnya sebagian,” ungkapnya yakin.

Salah satu pengawas ujian menuturkan, kecenderungan mahasiswa mengutamakan tugas-tugas dibanding ujiannya terlihat pada saat ujian tersebut berlangsung. Beberapa mahasiswa diakuinya terlihat tidak fokus, sebagian malah terang-terangan bekerja sama dengan teman disampingnya. [Eva]

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of