Pelantikan DEMA dan SEMA-U

“Dengan pelantikan ini, amanat yang harus kami laksanakan yakni mendengarkan, merealisasikan dan menjadi corong semua mahasiswa.”

Itulah serapah yang diucapkan oleh Ahmad Kholid, ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) terpilih seusai pelantikan DEMA dan SEMA-U, Kamis (12/15) di PAU UIN Suka. Kholid juga menyatakan akan berusaha memperjuangkan hak-hak mahasiswa. “Segala sistem di UIN bila merugikan mahasiswa akan kami counter,” ungkapnya. Seperti sistem absensi 75% yang dirasa membelenggu kreativitas mahasiswa di luar kuiah. “Sistem absensi 75% menjadikan mahasiswa seperti robot dan jauh dari aura humanisasi, makanya sistem itu harus dihapuskan dan kami akan memperjuangkan hal itu,” katanya

“Mengenai pendapat dan aspirasi mahasiswa, kami akan mendorong adanya ruang publik yakni Panggung Demokrasi yang pastinya akan mengembalikan esensi kampus ini yang nota bene sebagai kampus putih, kampus rakyat, kampus perlawanan,” jelasnya.

Mengenai biaya pendidikan yang semakin mahal, kholid akan memperjuangkan agar biaya pendidikan di UIN tidak naik, “SPP gak boleh naik, bila rektorat ngotot mau menaikan maka ia harus berhadapan dengan kami apalagi bila ada pungutan-pungutan liar,” katanya.

Menanggapi pernyataan Kholid, Nur Kholis sebagai ketua Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U) mengatakan akan mengontrol atas kebijakan DEMA, “SEMA-U akan membuat undang-undang yang mengatur mereka di segala sektor agar tercapai sesuatu yang benar-benar diharapkan mahasiswa,” katanya.[Muhaimin].

 

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of