Bahaya Sepatu Hak Tinggi Bagi Kesehatan

Sepatu hak tinggi sudah menjadi bagian dari kehidupan perempuan dewasa ini. Kehadirannya telah menemani keseharian mereka. meski sebenarnya rasa tak nyaman lebih mendominasi ketika memakai sepatu berhak, namun para perempuan rela berdampingan dengan rasa tersebut sepnajang dia memakai sepatu ber hak. Seperti halnya Sukma (22) mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Humaniora, dia mengaku dulu sangat mencintai sepatu berhak tinggi “aku dulu itu pecinta heels, tapi sekarang ya masih suka sih tapi males makenya, habis sakit banget pake heels”. Dia juga menambahkan bahwa ketika memakai sepatu hak tinggi dia merasa pagel dan kram, namun disisi lain dia tetap memakainya, karena dia beranggapan bahwa perempuan yang memakai heels itu anggun. “Semakin tinggi heels itu semakin anggun, tapi heels yang runcing lho ya bukan wedges” ujarnya.

Pengalaman Sukma ini menunjukkan, sepatu berhak tinggi bisa sangat berbahaya meskipun Anda sudah melepasnya. Beberapa pakar sepatu juga mengatakan, ada tiga jenis hak sepatu yang mencatat angka kecelakaan lebih tinggi daripada jenis lainnya. Berikut tiga jenis hak tersebut, dan apa pilihannya jika Anda tidak mengenakannya.

Platform wedge
Sepatu sol tebal ini memang populer lagi sekarang, namun tergolong sol yang berbahaya karena platform yang lebar tersebut tidak memberikan fleksibilitas pada bagian kaki. Cidera yang paling sering dialami penggunanya menyebabkan kondisi “ballet break”. “Hal itu terjadi ketika Anda tergelincir ke sisi samping kaki, sehingga menimbulkan fraktur stres,” ujar Meghan Cleary, pakar sepatu dari shoeareyou.com.

Solusi: Mini wedge
Agar bisa jalan-jalan di mall dalam waktu lama tanpa terasa capai, pilih saja sepatu dengan dukungan lebih pada bagian tumit sehingga Anda tidak akan berisiko mengalami keseleo pada pergelangan kaki. Mengurangi tinggi hak sepatu akan membantu meminimalkan jarak dari posisi kaki berdiri tegak dengan ketika jatuh.

Pencil heels
Christian Louboutin boleh dibilang salah satu “provokator” untuk sepatu dengan hak yang menjulang tinggi. Hak yang setipis ini merupakan salah satunya, dan sangat berbahaya karena orang tidak memiliki naluri keseimbangan saat berdiri di atas hak tersebut, demikian menurut Dr Rock Positano, Direktr Non-Surgical Foot Service di The Hospital for Special Surgery. “Lagipula, hak yang sangat tipis akan mendesak tendon achilles, sehingga menyebabkan masalah pada kaki, sekaligus punggung dan lutut,” katanya.

Solusi: Hak yang lebih tebal
Hak yang lebih tebal tidak akan begitu menekan pada jari-hjari kaki, sehingga memungkinkan lebih banyak keseimbangan. Jika Anda masih cinta sepatu Louboutin, perancang Perancis ini juga masih menyediakannya kok.

Hak di atas 7,5 cm
Hak sepatu di atas 7,5 cm kerap menyebabkan cidera, saat digunakan untuk menari atau berjalan terlalu lama. Semakin tinggi haknya, artinya semakin kurang keseimbangannya. Ketika tergelincir, pergelangan kaki akan cidera dan mengakibatkan retakan atau robekan pada jaringan pengikat sendi. Bahkan, ada pula orang yang mengalami patah tulang gara-gara hak sepatu. “Cidera paling parah yang saya tangani adalah seorang wanita yang pergelangan dan kakinya patah dalam tiga tempat yang berbeda setelah ia menari dengan sepatu tersebut,” ujar Dr Positano.

Solusi: Sepatu datar
Berbagai department store saat ini menyediakan beragam model sepatu datar yang trendi. Untuk jalan-jalan, kenakan saja sepatu jenis ini. Sepatu model ballet shoes juga mudah dilipat dan dibawa ke dalam tas, sehingga jika sepatu hak tinggi yang Anda kenakan mulai terasa melelahkan, Anda bisa menggantinya dengan sepatu datar. “Tidak ada yang salah dengan memakai sepatu hak tinggi, selama Anda mengenakannya dengan pintar,” kata Dr Positano.[Melani Jayanti]

 

Sumber: Shine

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of