Apakah

Sajak Cen Ve Tibret

Apakah
–Teruntuk A.W.D–

Rembulan gelisah. Bintang gelisah.
Bunga gelisah. Kumbang gelisah.
Embun gelisah. Alampun gelisah.
Selamanya hanya akan ada kegelisahan. Kegelisahan.
Kegelisahan dan hanya akan ada kegelisahan jua.
Hal ini sebab adanya cinta. Cinta, ya cinta dan cinta.

Kegelisahan sungguh tak terkira.
Ketika kau mulai menyukainya.
Ketika kau mulai bersamanya.
Ketika kau mulai memujanya.
Ketika kau mulai mengaguminya.
Ketika kau mulai mencoba meraihnya.
Ketika kau mulai tak dapat meraihnya.
Ketika kau mulai hanya dapat menikmatinya.
Ketika kau mulai telah mendapatkannya.

Benarkah kau sungguh-sungguh mencintainya.
Apakah kau yakin benar-benar mencintainya.
Apakah kau kan selamanya mencintainya.

Apakah kau akan tetap mencintainya setelah menikah nanti.
Apakah kau tetap akan mencintainya setelah menikahinya kelak.
Apakah kau akan tetap mencintainya ketika dia mulai mengandung nanti.
Apakah kau tetap akan mencintainya ketika kalian mempunyai anak kelak.
Apakah kau akan tetap mencintainya ketika dia mulai tua nanti.
Apakah kau tetap akan mencintainya ketika dia tua kelak.
Apakah kau akan tetap mencintainya ketika kulitnya mulai keriput nanti.
Apakah kau tetap akan mencintainya ketika kulitnya keriput kelak.
Apakah. Apakah dan apakah…
Selamanya apakah.

Tanyakan Apakah pada dirimu.
Tanyakan Apakah pada hatimu.
Tanyakan Apakah pada nuranimu.
Tanyakan Apakah pada batinmu.
Tanyakan Apakah pada batin cinta nurani hati dirimu.

Itulah yang ada ketika aku berjumpa dengan setangkai Seroja
Itulah yang ada ketika aku berpandangan dengan setangkai Seroja.
Itulah yang ada ketika aku berhadapan dengan setangkai Seroja.
Itulah yang ada ketika aku berkenalan dengan setangkai Seroja.
Itulah yang ada ketika aku berasa dengan setangkai Seroja.
Seroja…Seroja kawan…

Tiada bunga selain dirinya yang pantas berada di taman bunga.
Tiada bunga selain dirinya yang pantas tumbuh di taman hati.
Tiada bunga selain dirinya yang pantas bersemi di taman nurani.
Tiada bunga selain dirinya yang pantas mekar di taman batin.
Tiada bunga selain dirinya yang pantas merekah di taman batin cinta nurani hati.
Seroja kawan…

Tahukah kau rasa akan cinta.
Menelisik kelopak perasaannya saja kau kan tergila-gila.
Jangan kau tanya kelembutan perasaanya, majnun pun tak cukup.

Biasa sosoknya, sederhana kehidupannya.
Biasa sosoknya, norma budi pekertinya.
Biasa sosoknya, syair tutur katanya.
Biasa sosoknya, dalam tatap matanya.
Biasa sosoknya, penuh makna hardiknya.
Tapi tak tahu sebiru langitkah Laut Cintanya.

Apakah seroja peraduan kumbang-kumbang madu.
Ragu….
Entah.
Dia tak mengerti.
Dia tak peduli.
Sesumbar pun segan.
Sekelopak senyum bibir manis teramat mahal harganya.
Sekelumit pandang bola sinarnya teramat saying tuk dilayangkan.
Teliti pun mengamati.
Diri ini, hanya diri ini dibuat begini.
Sedang kumbang lain ditebar pesona. Dihambur kelopak senyum rembulan.
Beterbangan menebar wangi magis. Menusuk hidung-hidung pemuja birahi.

Akulah Setan Alas baginya.
Akulah Bajingan Sejati baginya.
Akulah Penjelajah Cinta baginya.
Akulah Phobia Supernova baginya.

Sang Seroja…
Kumbang itu terhenyak hempas
di kedalaman Lubang Hitam itu.
entah cinta entah nafsu.
antara cinta dan nafsu
atau kedua-duanya

Fantasi Cinta
menggelitik menuai tawa
Lama tak bersua.

Jari tengah Cinta
Pantat kuda Cinta

Yogyakarta, 19 Januari 2011

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of

Send this to a friend