‘Ayo Menulis’ bersama LPM Paradigma

Berita yang dimuat di surat kabar harian mengawali bagian beritanya dengan puncak atau klimaks peristiwa. Setelah itu,baru menjelaskan keterangan-keterangan berikutnya. Menulis berita dengan cara ini disebut piramida terbalik. Cara ini membagi-bagikan berita menjadi paling penting, penting, cukup penting, dan kurang penting.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wartawan SKH Kedaulatan Rakyat M.Sobirin,salah satu pembicara pelatihan jurnalistik dasar yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma,Senin(16/04) bertempat di Teatrikal Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dengan tema “Ayo Menulis”.

Reza Pahlevi selaku Pimpinan Umum LPM Paradigma menjelaskan pelatihan ini merupakan bagian dari agenda tahunan mereka. “Tujuannya yaitu untuk menghidupkan minat mahasiswa terhadap dunia tulis jurnalistik,khususnya di Fakultas Tarbiyah.”tutur Reza.

Acara yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut juga menghadirkan Sumadiyono,jurnalis Harian Jogja yang membahas seputar pembuatan Opini. Menurutnya,kendala yang biasa dialami oleh penulis pemula ialah penyajian bahasa sulit dipahami,materi tidak aktual,tidak menawarkan sudut pandang yang berbeda,juga penggunaan bahasa yang terlalu teoritis. “Ingat, opini adalah pendapat anda bukan pendapat orang lain, opini bukan makalah. Selain kemampuan menulis yang diolah, faktor kebiasaan turut mempengaruhi perkembangan kualitas suatu tulisan.” jelasnya. Sumadiyono menambahkan, “Tulisan yang sukses adalah tulisan yang mempu mempengaruhi tingkat emosi pembaca, terlebih inspiratif.” jelasnya.

“Acaranya bagus banget, cuman yang disayangkan peminatnya sedikit. Kekurangannya,panitianya nggak ontime,sms-nya jam delapan tapi acara dimulai sekitar pukul setengah sepuluh. Selebihnya, cukup memotivasi buat menulis dan aku harap akan banyak lagi acara-acara kayak gini.” tutur Fikara mahasiswi semester dua jurusan Pendidikan Bahasa Arab.

Menanggapi hal itu, Reza mengugkapkan panitia sebetulnya sudah ontime,bahkan sudah berada di tempat sebelum acara dimulai. Namun lagi-lagi kurangnya minat mahasiswa pada acara tersebut membuat mereka harus menunggu sedikit demi sedikit peserta sampai acara dimulai.[Iis Ernawati]

Komentar

komentar

Baca juga  Menanti Kepastian Waktu Pemilihan Rektor

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of