Ideologi Sebagai Pedoman Kemandirian Bangsa

Sejak lahirnya reformasi hingga saat ini, permasalahan bangsa ini seolah-olah tak pernah usai. Tujuan utama reformasi pun tak kunjung tercapai. Berbagai elit dan partai politik ternyata hanya sibuk berebut kekuasaan. Fenomena korupsi, neoliberalisme, sistem hukum yang amburadul, dan sekelumit permasalah bangsa ini semakin menggila.

Masyarakat Indonesia juga menjadi krisis kemandirian. Ideologi sebagai penumbuh spirit kemandirian, dianggap penting untuk diketahui dan dimiliki oleh seganap masyarakat yang menginginkan kemandirian diberbagai aspek. Masyrakat harus memilih salah satu ideologi untuk mencapai kemandirian tersebut.

Pernyataan di atas dijelaskan oleh H. Subardi. SH. MH., dalam seminar nasional bertajuk “Hilangnya Kemandirian Berbangsa dan Bernegara di Era Globalisasi” yang diselenggarakan oleh Mozaik Institut, selasa (9/5/12) bertempat di Teatrikal Perpustakaan UIN Suka. Hadir sebagai pembicara juga Drs. Untoro Hariadi, M.Si. selaku perwakilan DPP PDI Perjuangan DIY dan Drs. Brotoseno (mantan aktivis 80-an). Penyelenggaraan acara seminar ini, berangkat dari keperihatinan terhadap bangsa ini yang tengah menghadapi krisis di berbagai aspek seperti ekonomi, pendidikan, politik, dan kebudayaan.

“Permasalahan bangsa ini tidak bisa lagi hanya diserahkan kepada pemerintah dan elit politik. Masyarakat harus bertindak demi mencapai kesejahteraan”, tambah Subardi, yang juga merupakan pertisipan Partai Nasional Demokrat. Menurutnyta, paling tidak ada empat ideologi besar yang mesti diketahui, yaitu Kapitalisme, komunisme, Islam, dan Nasionalisme. Namun Indonesia sejak kemerdekaan, telah menetapkan Pancasila sebagai iodeologi negara.

Selain itu, Drs. Untoro Hariadi menegaskan bahwa pemerintah memiliki empat tugas yang harus dilaksanakan, sesuai amanat pembukaan UUD 1945. Yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan sehidupan bangsa, dan melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosisal. [Januardi]

Komentar

komentar

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of