HIMA IKS GELAR ORASI KEBUDAYAAN

(30/5) HIMA IKS (Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial) Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengadakan sarasehan nasional bertemakan “Menuju Kebangkitan Nasional” yang bertempat di Convention Hall. Kegiatan ini berangkat dari sebuah moment penting di awal Bulan Mei yaitu hari lahir Pancasila 2 Mei yang merupakan Hari Kebangkitan Nasional. “Sarasehan ini diadakan karena menyambut datangnya hari lahir Pancasila 2 Mei yang beresensi merevitalisasi Pancasila dengan menumbuhkan dan mampu mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila,” ungkap H. Ari Darisman sebagai Ketua Panitia Penyelenggara.

Darisman menjelaskan bahwa acara ini berbeda dari acara-acara seminar lainnya. Hal ini terlihat dari pembagian sesi kegiatan yang terbagi menjadi dua sesi, pertama sesi Orasi Kebudayaan oleh Sastrawan dan Budayawan Indonesia, Sujiwo Tedjo dan sesi kedua merupakan diskusi interaktif dalam bentuk FGD (Focus Group Discussion) yang berlokasi di lantai satu Laboratorium Agama. Sesi diskusi berfokus pada tiga hal: Budaya, Agama dan Kesehatan. Acara ini diikuti oleh peserta dari berbagai LSM (Lembaga Sosial Masyarakat), Mahasiswa, Budayawan dan Tokoh Masyakarat seperti Ulama.

Acara yang bertujuan untuk meningkatkan nasionalisme dan optimisme terhadap Bangsa Indonesia mendapatkan respon sangat baik dari peserta. Alokasi peserta yang direncanakan hanya berjumlah 500 peserta membludak menjadi sekitar 900 peserta. Banyak mahasiswa yang terpaksa berdiri bahkan menghadiri acara diluar ruang utama. “Jumlah peserta yang datang melebihi dari kuota yang disediakan,” tutur Darisman.

Setiap acara yang diadakan tentunya memiliki tujuan sekaligus harapan. Sama halnya dengan kegiatan ini. Selaku ketua panitia, Darsiman berharap dengan terselengaranya acara ini akan memberikan banyak manfaat salah satunya ialah terciptanya gerakan penyadaran kepada mahasiswa khususnya dan masyarakat umumnya akan kondisi Bangsa saat ini. Lebih lanjut dia juga berharap agar masyarakat mampu menghidupkan kembali rasa nasionalisme dan mengaplikasikan ilmu yang di dapat dalam kehidupan sosial.

Tidak jauh beda dengan apa yang diungkapkan oleh Sujiwo Tedjo tentang wujud implementasi apa yang didapat dan membahagiakan orang-orang sekitar merupakan sujud tertinggi dalam kehidupan. “Sujud tertinggi dalam hidup ialah membahagian dan menjadi bermanfaat bagi orang lain,” papar Sujiwo dengan tegas.

[Ifa]

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of