Menyoal Sistem Pendidikan di Indonesia

(28/07) Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga dipadati 150 orang dari berbagai organisasi mahasiswa lingkar yogyakarta. Pada hari itu, (Penyelenggara) mengadakan Talk Show bertema Ideologi dan Politik Pendidikan Indonesia, Wajah Sistem Pendidikan Indonesia. Acara ini turut mengundang Eko Prasetyo selaku Dirut PUSHAM UII, serta Zuhrif Hidaya selaku anggota DPRD kota Yogyakarta.

Eko mengatakan dalam talkshow nya bahwa prinsip pendidikan adalah prilaku apa adanya. Sehingga output dari sekolah mampu memperlakkukan orang sesuai kemauan dan sebagaimana mestinya. “Sekolah hanya mengajarkan dan menghasilkan pengalaman, bukan ilmu” paparnya. Namun, dewasa ini sekolah dipandang sebagai senjata pamungkas untuk membentuk dan mengarahkan kehendak serta karakter masyarakat, sehingga mereka akan mendukung serta melestarikan lembaga lembaga yang sudah mapan.

“Bukan hanya itu. Pendidikan telah dijadikan alat untuk memperkaya diri sendiri. Juga sebagai alat pembodohan pemikiran” tambahnya.

Dalam hal ini Ardianto selaku pemateri pengganti Zuhrif yang berhalangan hadir, juga membandingkan system pendidikan yang ada di Indonesia dengan yang ada di irlandia. Hal ini sebagai tolak ukur keberhasilan dan wujud system pendidikan yang baik. Ardianto mencontohkan kasus Ujian Nasional. Ardianto berpendapat bahwa UAN hanya sebagai ajang gensi saja. Karena, pada kenyataannya. Siswa yang memiliki nilai UAN tinggi, belum tentu mampu bekerja dengan baik.

“Pendidikan yang ideal adalah pendidikan yang mampu bersinergi antara sekolahan, keluarga serta lingkungan masyarakat.” Papar ardian.[]

(Ifa & Shoim)

 

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of

Send this to a friend