Warga Tuntut Tindak Lanjut Posdaya

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

“Perlu tindak lanjut yang riil dari LPM UIN. Jangan hanya teori saja,”

Hal itu diungkapkan Ikhwan Musthofa, salah satu warga dukuh Banjaran, kecamatan Kalibawang, kabupaten Kulon Progo saat sosialisasi Posdaya di kantor kepala desa Banjaroya (4/9). Ia mengatakan, program Posdaya yang dibentuk ini harus dibina secara terus menerus.

Sosialisasi yang diadakan salah satu kelompok KKN di lokasi Banjaran ini bertujuan untuk memberi sosialisasi terkait tindak lanjut pembentukan posdaya kepada warga setempat. Hadir sebagai pembicara, Fatkhan, M.Hum dari Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UIN Sunan Kalijaga. Dalam materinya, ia mengatakan, posdaya harus terbentuk sebagai wadah beberapa kelompok kerja, misal posyandu, PKK, kelompok majelis ta’lim, dan lain lain. “Kami ingin masyarakat miskin bisa sejahtera,” ujarnya.

Namun, program Posdaya dipertanyakan kinerjanya oleh warga. Mereka meragukan adanya program posdaya yang hanya ramai pada saat pembentukan. Namun, setelah pihak UIN meninggalkan warga, program Posdaya hilang begitu saja tanpa ada pengawalan. Mereka mengkhawatirkan UIN melakukan pembiaran terhadap Posdaya. Saat hal itu ditanyakan kepada LPM UIN, Fatkhan tidak bisa menjawab dengan alasan, yang bisa mensukseskan program tersebut adalah warga masyarakat sendiri.

Ia sendiri mengaku tidak bisa memberikan solusi dari masalah matinya posdaya tersebut. “Saya masih belum bisa ngasih jalan keluar. Mungkin solusinya adalah ditempati KKN lagi,” katanya sambil tertawa.

Dalam acara tersebut, Sugeng, salah satu warga menanyakan bagaimana usahanya agar program Posdaya tetap berlanjut. Ia mengatakan, walaupun sudah ada penjelasan mengenai posdaya, masyarakat masih belum bisa menerima. “Ini bagaimana usahanya agar posdaya tetap berlanjut, sementara masyarakat tidak bisa menerima program tersebut,” katanya.

Baca juga  Video Dialog "Menyongsong Pemilwa"

Menanggapi hal tersebut, Fatkhan, mengatakan, harus ada tokoh masyarakat dan sumber daya manusia yang mempunyai semangat dengan posdaya. “Perlu adanya tokoh yang bisa berfikir kreatif dan maju,” ujarnya.

Sebenarnya, lanjut Musthofa, di kecamatan Kalibawang sendiri sudah banyak kelompok usaha yang sudah berjalan. Kelompok usaha itu juga sudah mempunyai suntikan modal. Namun, setelah beberapa tahun, kelompok itu macet. Hal itu terjadi karena masyarakat dibiarkan tanpa ada pengawalan. Hal ini yang sebenarnya ditakutkan oleh Musthofa kepada LPM UIN Sunan Kalijaga. Ia juga menakutkan masyarakat hanya dijadikan proyek dari program Posdaya ini. “Takutnya warga hanya dijadikan proyek dari program Posdaya ini,”tuturnya. [Anik Susiyani]

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of