Sanggar Nuun kritik Krisis Identitas

Resah dengan realitas krisis identitas, sanggar Nuun, salah satu Badan Otonom Mahasiswa (BOM) fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga, mengadakan Performing Art pada Senin, 29/10. Performing Art ini merupakan salah satu rangkaian dari Gelar Karya Seni Rupa V yang mengangkat tema Anonim (tanpa nama).

Saat ditanya mengenai latarbelakang pengambilan tema Performing Art yang berlangsung dari jam 08.00 hingga 10.00 ini, Okta Firmansyah, salah satu aktor sekaligus sutradara pertunjukan menyampaikan bahwa pertunjukan kali ini merupakan bentuk keprihatinan Sanggar Nuun sekaligus kritik sosial terhadap orang-orang yang ketika di depan publik tanpak hebat, namun sebenarnya ia ‘kosong’.

Kekosongan diri atau krisis identitas yang dialami itu tidak disadari oleh yang bersangkutan. “Dan parahnya, ini dialami oleh banyak orang,” tambah pria yang akrab di Okta.

Menurutnya, ketidaksadaran massal ini tidak hanya ada di luar kampus, namun di internal kampuspun banyak pihak yang mengalaminya.

Dalam pertunjukan ini, sebagian pemain memulai perannya di depan Multy Purpose (MP), di tengah jalan raya yang menghubungkan kampus timur dan kampus barat, di taman fakultas Adab dan Ilmu Budaya, di depan pooliklinik, dan beberapa tempat lainnya.

Namun dalam waktu yang berbeda, akhirnya mereka berkumpul di taman parkiran fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Setelah melakukan pertunjukan di sana, para pemain melakukan pertunjukannya di sepanjang jalan menuju kampus barat dan berakhir di depan MP.

Pertunjukan yang melibatkan 3 orang aktris dan 4 orang aktor ini. menurut penuturan Okta, membutuhkan waktu kurang lebih 2 bulan untuk penentuan tema, property, dan sekaligus melakukan berbagai latihannya. [Noer Hasanatul Hafshaniyah]

Komentar

komentar

Baca juga  Teror Pengulangan

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of