Pameran Karya Seni “Sanggar Nuun”

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

 

UIN Yogjakarta, yang menggunakan nama Sunan Kalijaga dibelakangnya, hanya sebatas nama yang kehilangan identitas ke kelijagaanya. Dimana nilai-nilai budaya yang diusung oleh Sunan Kalijaga dalam dakwah Islam tidak tercermin di kampus putih ini.

Pameran karya seni rupa yang diadakan oleh Sanggar Nuun merupakan salah satu rangkaian dari Gelar Karya Seni Rupa V, yang sedianya berlangsung dari hari senin (29/10) sampai hari jum’at esok (3/11).

Dalam pameran ini pihak Sanggar Nuun memamerkan kurang lebih 73 karya seni, dimana 80% diantaranya merupakan karya dari anggota Sanggar Nunn sendiri, dan selebihnya merupakan sumbangan dari pihak luar yang mendukung dan mengapresiasi kegiatan pameran tersebut.

Salah satu pihak luar yang menyumbangkan karyanya dalam pameran kali ini yakni Pitowo, warga Rembang yang kebetulan hubunganya dekat dengan salah satu anggota Sanggar Nuun. Pitowo sangat mengapresisasi pameran ini, “Meskipun mereka banyak keterbatasan media dalam berkarya, namun mereka bisa memanfaatkan bahan-bahan yang ada”, tutur Pitowo diselah-selah kunjunganya di pameran selasa siang.

Pameran karya seni rupa tahun ini sedikit perbeda dengan pameran-pameran pada tahun sebelumya, tempat pameran yang digunakan bertempat di Underpass UIN-SUKA. Menurut Zulfan salah satu panitia, pemilihan Underpass sebagai tempat pameran ini guna mempromosikan Underpass sebagai salah satu jalan alternatif yang menghubungkan kampus timur dengan kampus barat UIN-SUKA yang selam ini jarang digunakan oleh para petinggi di UIN-SUKA. Selain itu Underpass juga dinilai representatif digunakan untuk pameran sekaligus dengan biaya yang free.

Namun masih banyak kendala yang dirasakan pihak Sanggar Nuun dalam upaya untuk  mengaktualisasikan karya seni dan budaya di lingkungan UIN-SUKA, hal ini bisa dilihat dari ketidak adanya tempat khusus yang bisa digunakan untuk pagelaran budaya, wayang kulit, musik tradisional, dan pameran karya seni rupa. Dukungan dari pihak rektorat sendiri dirasa sangat minim, “Setiap kegiatan Sanggar Nuun kurang mendapat support dari rektorat, terutama kegiatan-kegitan yang keluar, padahal kami diluar juga membawa nama UIN Sunan kalijaga, dan turut mengharumkanya”, ungkap zulfan.

Baca juga  HMI Berteriak Turunkan BBM

(usman hadi)

Komentar

komentar

Share:

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of