CISform Gelar Launching Buku

Center for the Study of Islam and Social Transformation (CISform) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan acara Launching dan Bedah Buku edisi terbaru Kitab Kuning, Pesantren, dan Tarekat pada Kamis, (01/11). Acara ini diselenggarakan karena buku yang pernah diterbitkan pada tahun 1994 tersebut mampu membangkitkan revitalisasi NU dan berhasil membuka gerbang intelektual Islam dunia.

Acara yang bertempat di Convention hall ini terbuka untuk kalangan umum, turut hadir peserta dari  UGM, UNY, STAI Sunan Pandanaran dan UIN Sunan Kalijaga sendiri. Martin Van Bruinessen , penulis buku tersebut dan yang pernah menjadi dosen tamu  Prodi Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga, hadir untuk memberikan ulasan seputar buku yang ditulisnya itu. Hadir pula Dr.Moch.Nur Ikhwan , Direktur CISform, dan Farid Wajidi, Ph.D Cand pada acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.30 itu. Keduanya bertugas untuk membahas sekaligus mengkritisi isi dari buku tersebut.

Dalam ulasannya, penulis yang mengaku mulai mempelajari Islam tradisional karena Almarhum Gus dur ini menyampaikan bahwa ada hubungan antara model-model pembelajaran pesantren yang ada di Indonesia dengan yang ada di wilayah Kurdistan, seperti madrasah-madrasah. Demikian pula pengaruhnya terhadap tarekat Qadiriyah yang dibuktikan dengan salah satu kitab Tanwirul Qulub, kitab acuan tarekat Qadiriyah yang ditulis oleh Muhammad Amin al-Kurdi. Buku ini banyak dijumpai di toko kitab di Indonesia.

Menurut Farid Wajidi, orang-orang Islam Indonesia kurang percaya diri dengan keislamannya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya dari mereka yang memilih pergi ke Mekkah untuk belajar Islam yang sejatinya mereka sama-sama mempelajari Islam lokal/pinggiran. Karena sejumlah ulama yang pergi ke Mekkah memulai belajar Islam di Kurdistan, salah satu wilayah terpencil di Irak.

[Husnul Fauziyah]

 

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of