RausyanFikr Meriahkan Jogja Book Fair 2012

Berbagai buku pemikiran islam yang di usung oleh RausayanFikr ikut meriahkan Jogja Book Fair 2012 di Gedung Wanitatama, Yogyakarta, 7-13 November 2012.

RausyanFikr Isntitute tampak berbeda dengan stand penerbit-penerbit lain yang tak banyak menjual buku-buku tentang pemikiran islam terutama dari para pemikir Iran. Hal secara langsung diungkapan oleh Ruhuldy M. Marsauly, Direktur Pemasaran. “RausyanFikr selama ini memang concern bergelut di bidang Pemikiran Islam” ungkapnya.

Menurut Ruhuldy RausyanFikr tidak hanya mementingkan kepentingan finansial semata, tetapi juga karena kegelisahan pada persoalan pemikiran Islam yang kurang banyak di bahas dalam wacana keislaman. “Ada semacam persoalan yang kurang begitu mendapat perhatian di kalangan mahasiswa, para cendekia dan lainnya yaitu persoalan pemikiran Islam. Kebanyakan terlalu membahas persoalan-persoalan teologi,” tutur Ruhuldy kepada ARENA, Rabu (7/11).

Ruhuldy juga menambahkan bahwa wacana pemikiran Islam sangat diperlukan umat Islam Indonesia yang selama ini kebanyakan menyantap buku-buku keislaman yang menyinggung wacana Teologi. Hal ini menimbulkan banyaknya saling klaim dari berbagai pihak tanpa menghargai keniscayaan pluralitas. “Kebanyakan penerbit buku-buku Islam tidak banyak yang mewacanakan pemikiran Islam, khususnya pemikiran para cendekiawan Iran. Justru kebanyakan wacananya soal teologi sehingga marak adanya saling klaim kebenaran dan tidak menghargai pluralitas. Sehingga dibutuhkan buku-buku pemikiran Islam bagi masyarakat Islam di Indonesia,” tambahnya.

Tanggapan dari para pengunjung pun cukup positif terhadap buku-buku RausyanFikr ini. Seperti yang diungkapkan Ayu Wahyuni, mahasiswa Bimbingan Konseling Islam UIN Sunan Kalijaga. Menurutnya buku-buku RausyanFikr banyak menyajikan buku-buku agama, filsafat, hikmah, dan hukum.

Begitupula dengan Nani, teman sekelas Ayu Wahyuni. Ia merespon positif terhadap buku-buku RausyanFikr. “Bagus, terus tidak mudah didapatkan kalau gak di sini, jadi punya ciri yang berbeda dengan penerbit-penerbit lain” ungkapnya kepada ARENA. [Muhammad Setiawan & Sabiq Hafidz]

Baca juga  Terbunuh Kopi

 

 

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of