Kampus Berisik, Warga Terusik

LPMARENA.com-Ia tergesa-gesa masuk ke Student Center (SC) UIN Suka. Waris, Lurah teater Eska, bermaksud mencari harian Kedaulatan Rakyat. Tetapi, setelah beberapa lama menelisik deretan koran harian yang ada di SC, koran yang dimaksud tidak juga ketemu. Ia mendatangi saya yang ketika itu duduk di depan kantor LPM Arena yang berjarak sekitar 15 langkah dari ruang baca. Kebetulan koran yang dimaksud tergeletak di tengah ruang LPM ARENA. Langsung saja ia menyambarnya dan cepat-cepat membuka halaman 18.

Setelah beberapa saat, saya baru bisa menangkap perihal apa yang membuatnya tergesa-gesa. Harian Kedaulatan Rakyat (KR) edisi 16 Desember 2012 pada halaman 18 memuat surat terbuka dari warga RW 001 Desa Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY yang ditujukan untuk UIN Suka. Dalam halaman Sambungrasa, surat ini berjudul “Surat Terbuka kepada rektor UIN Sunan Kalijaga”.

Dalam surat tersebut warga yang merupakan tetangga dekat kampus UIN menyatakan sudah lama resah atas beberapa kegiatan musik yang diselenggarakan kampus UIN. Kegiatan yang terkadang berlangsung hingga larut malam tersebut dianggap tidak menghargai warga yang lebih dulu mendiami kawasan kampus UIN. Di dalamnya disebutkan juga tempat-tempat yang acapkali menjadi sumber kebisingan yaitu Gelanggang UIN Suka dan Gedung Futsal.

Merasa ikut bertanggung jawab atas protes yang dilayangkan warga, lurah teater Eska ini segera meluncur kerumah Wahidin, ketua RT 004/RW 001 Caturtunggal. Dengan mengendarai Honda Grand kami menuju kediaman beliau yang berada di gang Genjah, sekitar 300 m dari SC. Tak lama kemudian sampailah kami di depan sebuah rumah berdinding kayu dan bercat hijau. Itulah rumah Wahidin. Kebetulan dia sedang di ruang tamu.

Baca juga  Surat Terbuka untuk Dosen FEBI

Kami mengucap salam, Wahidin mempersilahkan kami masuk. Tampak Waris sudah akrab dengan bapak ketua RT ini. Tak lama setelah kami dipersilahkan duduk, Waris mulai buka suara dan mengutarakan maksud kedatangannya kerumah ketua RT untuk menkonfirmasi surat terbuka yang diterbitkan KR. Saat waris sedang menjelaskan keadaan kampus, tiba-tiba Wahidin memotong pembicaraan. “ maaf ya mas saya memotong pembicaraan, karena sebentar lagi maghrib” tukasnya. Kebetulan waktu itu telah terdengar kumandang adzan dari mushola.

Wahidin mempersingkat pembicaraan. Dia langsung saja menjabarkan bahwa untuk kegiatan yang sering diselenggarakan di gelanggang dan gedung futsal ia sudah maklum. Karena ketika sudah melewati jam 22.00 warga biasa memberi kode dengan membunyikan lonceng, setelah itu biasanya kegiatan dihentikan. Menurut pengkuan Waris, teman-teman juga mengajukan surat Izin apabila akan menyelenggarakan acara musik di gelanggang.

Wahidin meneruskan bahwa yang dikeluhkan oleh warga sekitar adalah kegiatan kegiatan musik yang terkadang hingga larut malam. “ jujur aja ya mas, waktu kemarin ada kegiatan musik disitu (sambil ia menunjuk kearah lapangan Panggung Demokrasi) kaca rumah disini sampe bergetar loh mas”. Wahidin meneruskan bila sudah melebihi jam sepuluh malam suara yang nyaring dari konser musik tersebut sangat mengganggu jam istirahat warga. “ kalaupun untuk kegiatan belajar, kenapa gak siang saja?” tanyanya lugas.

Bila melihat denah RT 001, wajar saja warga merasa terganggu atas kegiatan kampus UIN suka. Komplek perumahan warga yang terletak di sebelah timur MultiPurpose hingga berbatas dengan tembok gedung Futsal tersebut seolah tidak bisa tenang bila ada kegiatan di kampus, terlebih lagi bila menggunakan sound system. Waris juga menjelaskan bahwa untuk berhubungan dengan warga sekitar ia lebih banyak menggunakan cara kultural. Karena menurutnya pendekatan personal akan lebih efektif untuk mencari jalan keluar atas permasalahan yang timbul.

Baca juga  Surat Terbuka untuk Dosen FEBI

Menanggapi hal ini rektorat menyebar undangan rapat. Surat Undangan yang bernomor UIN.02/R.3/OT.01.1/4217/2012 tersebut mengundang diantaranya 39 daftar nama. Surat yang ditandatangi oleh Pembantu Rektor Bagian Kemahasiswaan, Akhmad Rifa’i tersebut meyebutkan pokok pembahasan dalam rapat adalah koordinasi tindak lanjut surat terbuka RW 001 Ngentak Sapen di SKH KR Minggu, 16 desember 2012. Rapat akan diselenggarakan hari jumat 21 Desember bertempat di PAU Lt.1 pukul 13.00.

Jamaludin A.

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of