Hati-hati Propaganda Terorisme

“Pasca kemerdekaan hingga kini, secara continue Indonesia tidak pernah luput dari peristiwa yang berbau radikal dan terorisme. Mulai dari kasus PKI di madiun, Bom Bali hingga kasus Poso”

Begitulah penggalan kalimat yang diucapkan KSAD Bimmas Polres Bantul AKP Muryanto dalam “Seminar Sehari”. Acara ini berlangsung di Gedung Teatrikal Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Rabu (19/12). Seminar yang bertema “Peran Aktif Mahasiswa Dalam Menangkal Radikalisme dan Terorisme” tersebut terselenggara atas kerjasama yang dilakukan Fakultas Dakwah UIN Suka dengan FP2K(Forum Penguatan dan Pendampingan Kedamaian) Yogyakarta.

Seminar ini dilakukan sebagai antisipasi atas maraknya perilaku radikal dan terorisme yang semakin marak dan meresahkan masyarakat. Dan mahasiswa sebagai calon penerus bangsa dirasa perlu memiliki pemahaman tersebut agar terhindar dari gejala tersebut.

Dalam seminar yang berlangsung sejak pukul 09.30 terebut, hadir pula sebagai pembicara DR Waryono Abdul Ghofur yang merupakan Dekan Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dalam pemaparanya Waryono mewanti-wanti mahasiswa untuk tidak terjerumus dalam organisasi-organisasi radikal yang salah kaprah dalam mengartikan ayat ”banyak orang yang memilih jadi teroris hanya karena ingin menjadi pengantin di surga”ungkapnya diiringi senyuman.

Dalam pemaparan selanjutnya, Waryono mengutuk orang-orang yang mengklaim Islam sebagai gudang teroris, “Tidak ada satupun ajaran islam yang mengajarkan umatnya untuk menjadi teroris, teroris hanya oknum yang salah menafsirkan ayat Al-Qur’an” cetusnya.

[Folly]

 

 

Komentar

komentar

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of