Santri’s Camp, Ajang Lestarikan Gemmar dan Qiyamul lail

Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al-Qur’an (BK-TPA)/ Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKA) Rayon Gondokusuman, Yogyakarta bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyelenggarakan Santri’s Camp.

Acara ini merupakan tindak lanjut pengawasan Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji (Gemmar) yang dideklarasikan 26 September 2012 lalu.

Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 29-31 Desember 2012 di Shelter ACT Gondanglegi, Pakem, Yogyakarata. Acara ini dihadiri sekitar 400 peserta dari TPA se-kecamatan Gondokusuman, terdiri dari santriwan-santriwatii dan ustadz-ustadzah sebagai pendamping.

Wahyu hidayat, Ketua penanggungjawab kegiatan mengungkapkan kegiatan santri’s Camp kali ini adalah rekor dengan peserta terbanyak sejak diadakan..  “Santri’s Camp tahun ini sangat luar biasa, karena pesertanya lebih banyak  dari tahun-tahun kemarin, sekarang mencapai 400 peserta, semoga tahun depan lebih banyak lagi”. Ungkapnya.

Endi Sarwanto selaku ketua panitia kegiatan Santri’s Camp mengungkapkan bahwa kegiatan rutinan setiap akhir tahun ini dilaksanakan selama 3 hari dengan berbagai agenda di dalamnya. Santri diwajibkan untuk mengikuti semua rangkaian jadwal yang sudah dibuat panitia, jika tidak maka hukuman akan datang pada mereka yang melanggar.

“Semua rangkaian acara harus diikuti seluruh peserta, tidak terkecuali Gemmar yang dilaksanakan di mushola utama komplek shelter ACT harus diikuti seluruh santri dan hanya peserta yang berhalangan (haid) serta sakit yang boleh absen mengikuti acara tersebut.

Gemmar yang dilaksanakan setiap selesai sholat maghrib hingga menjelang sholat isya itu diawasi dengan ketat oleh panitia. Hal ini dilakukan dengan harapan santri menjadi disiplin terhadap peraturan dan juga sadar akan pentingnya mengaji setelah maghrib. Santri diajarkan cara membaca Al-Qur’an yang tidak seperti biasanya, melainkan dengan nada sehingga lebih menyenangkan. “Ngajinya seru mbak, soalnya kita diajari baca Al-Qur’an pakai nada-nada. Jadinya nggak bosen ngajinya”. Ungkap Ninda, salah satu peserta Santri’s Camp.

Baca juga  Menuju Masyarakat Sejahtera

Selain dibiasakan mengaji setelah maghrib, santri juga dibiasakan untuk melaksanakan qiyamul lail (sholat malam). Tidak berbeda dengan Gemmar, pelaksanaan sholat malam juga memperoleh pengawasan yang ketat. Setiap pukul 03:00 WIB panitia berkeliling ke seluruh kamar untuk membangunkan santri yang masih tidur.

“Harapan untuk kedepannya semoga santri dapat menjalin tali silaturahmi dengan baik antar TPA, khususnya sekecamatan Gondokusuman. Dan yang paling penting adalah menjadikan santri terbiasa untuk sholat berjamaah di masjid dan mengaji setelah sholat maghrib”. Ungkap ketua panitia dengan semangat. [Ulfatul Fikriyah]

.

 

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of