Pancasila Mulai ditinggalkan Bangsa

Majelis Kebangsaan Pancasil Panji Nusantara berorasi di ruang Teatrikal Perpustakaan UIN Suka (06/3) kemarin

Negara Kesatuan Republik Indonesia ber-azaz-kan Pancasila bukan ber-azaz-kan demokrasi

Begitulah pesan yang hendak disampaikan oleh Majelis Kebangsaan Pancasila Panji Nusantara dalam seminar nasional ‘Pancasila Berdaulat Bangsa Selamat’ di Teatrikal Perpustakaan  UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Rabu (06/03) kemarin.

Seminar yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEM-F) Ushuluddin Studi Agama dan Pemikiran Islam (Fusap) UIN Suka ini dihadiri oleh Laksamana (Purn) Slamet Subrianto, mantan Ketua Staf Angkatan Laut Republik Indonesia; Rudy, pengamat pancasila; dan Saifan Nur, Dekan Fakultas Ushuluddin.

Slamet Subrianto memaparkan bahwa negara Indonesia dahulu pernah menjadi negara besar. Pengaruh kuat kerajaan Majapahit dari dataran Australia hingga China adalah bukti bahwa nusantara pernah menjadi negara yang jaya.

Dengan sumber daya alam yang melimpah, dan didukung dengan letak yang strategis di tengah jalur perdagangan dunia, seharusnya Indonesia sekarang dapat meraih kembali kejayaan masa lalunya. “Namun ironisnya kita sekarang  menjadi bangsa yang tidak beradab (red: krisis moral) dan membiarkan negara carut marut,” ungkap Subrianto.

Menanggapi pernyataan ini Rudy menjelaskan, keadaan tersebut terjadi kerena kita telah jauh dari nilai-nilai pancasila. Pancasila yang sarat akan musyawarah kini telah tergusur oleh propaganda demokrasi yang kian menguat.

Padahal jika Pancasila diamalkan sesuai dengan nilai-nilai yang tertuang didalamnya, ia mampu menjadi sistem negara yang terbaik. “Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila merupakan seperangkap sistem yang luar biasa, dan belum ada satu negarapun yang menjalankanya,” terang Rudy menyakinkan. [Usman Hadi].

Editor: Taufiqurrahman

Komentar

komentar

Baca juga  Khuldi dan Tafsir Kegagalan Sosial-Politik

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of