Minim Lomba Panjat Tebing

Peserta beradu kuat mencapai puncak

Semangat berkegiatan panjat tebing di kalangan Mapala maupun Sispala beberapa tahun terakhir ini agak lesu. Banyak faktor yang mempengaruhi, diantarnya fasilitas yang terbatas, sibuk dengan kegiatan lain maupun dikarenakan minimnya kompetisi lomba panjat tebing yang digelar.

Pernyataan ini disampaikan oleh M. Amri Wicaksono, ketua Panitia Mapalaska Border Contest 2013 Mapala dan Sispala “Semarak Kompetisi Julang Prestasi”, saat ditemui disela-sela kesibukannya pada sabtu, (14/04).

Menurut Marbot, nama panggilan Amri di Mapalaska UIN Suka, lomba border ini sebagai wadah untuk memperkuat semangat berkegiatan panjat tebing Mapala maupun Sispala di Yogyakarta. Selain itu, acara yang merupakan acara puncak disnatalis Mapalaska UIN Suka ke-32 ini, juga sebagai langkah untuk mendulang prestasi Mapala maupun Sispala di kancah dunia panjat tebing baik lokal maupun nasional.

Peserta memandang wall Climbing Mapalaskan UIN Suka

“Selama ini, atlet panjat tebing  Mapala cenderung tidak terlihat dikancah percaturan panjat tebing nasional. Masyarakat lebih mengenal panjat tebing itu ya atlet Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Selama ini Mapala hanya dikenal naik gunung atau rafting (arum jeram). Padahal Mapala juga memiliki kemampuan dan prestasi di bidang panjat tebing,” ungkap mahasiswa Keuangan Islam 2010 tersebut.

Oleh karena itu, lomba border ini tertutup untuk FPTI maupun atlet panjat tebing. “Tujuan kami sederhana, lomba ini sebagai wadah silaturrahim antara sispala dan mapala se-Jogja” tambah Marbot.

 

Peserta Perempuan Minim

Peserta perempuan hanya 14 dari 80-an peserta

Lomba yang dilaksanakan selama dua hari, Sabtu-Minggu (14-15/04) tersebut, ternyata hanya di ikuti 14 peserta perempuan dari 80-an perserta. “Peserta putri yang kurang, harapannya lomba-lomba panjat tebing selanjutnya, antusias peserta putri lebih banyak” tutur Amri mengomentari minimnya peserta perempuan.

Sementara peserta dari kalangan laki-laki memiliki beragaman motivasi dalam mengikuti lomba border tersebut. Ilham, yang mewakili  Madawina Universitas Negeri Yogyakarta termotivasi untuk mengukur kesempatan dan kekuatan panjat tebing dirinya. “persaingan kawan-kawan panjat tebing dari sispala maupun mapala di jogja itu seperti apa sih,” ungkapnya. [Taufiq]

Editor : Taufiqurrahman

 

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of