Al-Qur’an itu Membebaskan

 

Meski terlambat satu jam dari jadwal, acara buku Menampar Propaganda: “Kembali Kepada Qur’an” karya Dr. M. Sa’id Ramadhan al-Buthi berlangsung dengan lancar di Teatrikal Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Selasa (16/04) kemarin.

Bedah buku ini merupakan rangkaian acara yang di adakan dalam rangka Pekan Sahabat Nasional dan Harlah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang ke-53 tahun. Hadir sebagai pembedah adalah Waryani Fajar Riyanto, salah satu dosen pasca sarjana UIN Sunan Kalijaga.

Waryani mengatakan orang anti mazhab menganggap orang pro mazhab sebagai bid’ah, sedangkan orang yang pro madzhab juga menganggap orang anti madzhab sebagai bid’ah. Propaganda kembali kepada Qur’an seringkali dimaknai terlalu sempit. Mereka saling menuding satu golongan dengan lainnya. Bahkan golongan anti mazhab mengajak orang-orang untuk melepaskan diri dari mazhab begitu sebaliknya.

Kembali kepada al-Quran yang seharusnya menjadi prinsip ideal sebagai jalan untuk kembali kepada hukum Tuhan justru dipergunakan untuk mencaci dan mem”bid’ah”kan. “Akan lebih menarik bila buku ini dikaji dengan pendekatan filosofis,” ungkapnya.

Mahasiswa sebagai kaum intelektual menurut Waryani sepatutnya tidak hanya berfikir partikular namun berusaha memetakan secara universal propaganda tersebut.  Kaum intelektual setidaknya menyadari bahwa beberapa golongan tersebut adalah termasuk dalam sama-sama bingkai islam. “Silahkan pelajari semuanya biar jadi pelajar sejati,” tambah penulis buku Mazhab Sunan Kalijaga. [Nurul Ilmi]

Editor: Taufiqurrahman

 

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of