Buruh Belum Istimewa

Ratusan buruh dari berbagai serikat pekerja dan organisasi mahasiswa di Yogyakarta turun ke jalan memperingati Hari Buruh Internasional, atau dikenal dengan istilah May Day, Rabu (1/5). Mereka tergabung dalam Komite Aksi May Day.

Sebelum menggelar aksi dititik nol, Yogyakarta, Para masa aksi melakukan long march dari Taman Parkir Abu Bakar Ali atau sisi Utara Jalan Malioboro. Sebelum menuju ke Perempatan Malioboro, massa aksi menyampaikan tuntutannya di depan Gedung DPRD DIY.

Dalam aksi Hari Buruh Sedunia 2013 ini Komite Aksi May Day menuntut:
1. Hapuskan Sistem Kerja Kontrak dan Outsourcing
2. Lawan Politik Upah Murah
3. Tolak Kenaikan Harga BBM
4. Tolak RUU Ormas dan RUU Kamnas
5. Lawan Pemberangusan Serikat dan Kriminalisasi Aktivis Serikat Buruh
6. Jalankan Jaminan Kesehatan untuk Seluruh Rakyat Indonesia per 1 Januari 2014
7. Usut Tuntas Kasus Marsinah
8. Pendidikan Gratis dan Berkualitas
9. Reforma Agraria Sejati
10. Sahkan RUU PRT dan Ratifikasi Konvensi ILO No 189
11. Berikan Perlindungan dan Kesejahteraan Bagi Buruh Migran
12. Berikan Jaminan Keamanan dan Keselamatan Bagi Buruh Perempuan
13. Tolak Tambang Pasir Besi
14. Hentikan Kekerasan Terhadap Pekerja Pers

Semoga dengan dijadikannya tanggal 1 Mei sebagai hari libur nasional, oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu, nasib buruh di Indonesia jangan juga diliburkan tapi tetap diperjuangkan:

Aksi Melakukan long march dari Jl Abu Bakar ALi Yogyakarta

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Salah satu upacara penyambutan massa Aksi

 

Ratusan massa aksi memadati Nol Kilometer Yogyakarta

 

Salah satu bentuk tuntutan buruh
salah satu teatrikal betapa kerasnya perjuangan buruh memperjuangkan nasibnya
Orasi dari salah satu perwakilan yang tergabung dalam Komite Aksi May Day di Titik Nol Kilometer Yogyakarta

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Photografer : Abdul Majid

Tema: Perjuangan Buruh

Editor : Taufiqurrahman

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of