Pohon Inspirasi Diskusikan Perahu Mawar

Acara Pohon Inspirasi Teater ESKA ramai pengunjung.

Minggu (26/05/13) teater ESKA menyelenggarakan acara pohon inspirasi ke-13 di Gelanggang Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. Acara tersebut berupa Bedah Manuskrip Puisi Perahu Mawar karya Shohifur Ridho Ilahi, salah satu penggiat sastra yang juga anggota Teater Eska UIN Sunan Kalijaga.

Pra-acara ada penampilan pembuka, yaitu Pembacaan salah satu puisi yang akan dibedah berjudul ia mencintaimu tepat saat lonceng gereja berdentang dan ode bulan April oleh Toyu Aradana dan Musikalisasi Puisi oleh Teater Eska.

Kumpulan puisi itu di bedah oleh Muhammad Ali Fakih seorang penyair dan penggiat sastra komunitas Kutub Yogyakarta dan Moh Fathoni salah satu mahasiswa Ilmu Sastra Pascasarjana UGM (Universitas Gajah Mada).

Muhammad Ali Fakih menyoroti Manuskrip Puisi Perahu Mawar dari sudut pandang sembarang bukan sebagai kritik sastra. Menurutnya puisi-puisi Shohifur Ridha Ilahi dapat dimasukkan ke dalam arus persajakan lirisme. “Saya jadi curiga jangan-jangan Ridho ini lahir dari pendekar puisi lirisme, Goenawan Muhammad, Sapardi Djoko Damono dan Abdul Hadi WM,” Ungkapnya.

Menurutnya ada dua paradoks yang harus dihadapi oleh penyair ketika menulis puisi. Puisi yang bagus biasanya ditulis ketika momen puitik tiba tapi biasanya hanya selintas perasaan dan tidak mendalam. Tetapi ketika puisi tidak ditulis pada saat momen puitik tiba maka akan terasa tidak tajam.

Selanjutnya Moh Fathoni memaparkan bahwa puisi tak lepas dari penyair dan penyair tidak bisa lepas tradisi kesehariannya. Dalam sudut pandang Moh Fathoni puisi-puisi Shohifur Ridho Ilahi banyak mengandung tradisi dan latar belakang sejarah madura, banyak hal tentang laut, pantai, dan nelayan. Tetapi dia mengkritisi dengan mengatakan “Tapi apa hanya itu-itu saja?” ucapnya sambil tersenyum. (Nurul Ilmi)

Baca juga  Buku Kain

Editor: Folly Akbar

 

Komentar

komentar

Related posts

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of