Pengusaha Loundry Perlu Memperhatikan Lingkungan

Polutan merupakan salah satu dampak negatif usaha loundry. foto diambil dari rohmawansetiya.blogspot.com

 

Banyaknya usaha laundry di Yogyakarta bak cendawan di musim huja.Ttetapi  menimbulkan permasalahan dengan limbah yang belum dikelola dengan baik.

lpmarena.com, Selama ini permasalahan limbah laundry  belum menemukan solusi yang jitu. Limbah laundry secara tidak langsung mencemari tanah dan air. Oleh karena itu perlu pengaturan  limbah sehingga tidak langsung mencemari tanah dan air.

Hal tersebut disampaikan oleh Diana Putri, Pimpinan Redaksi majalah Poros dalam acara launching majalahnya yang diadakan di kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 1, Kamis (30/05), kemarin. Dalam diskusi ini Poros mengangkat tema “Menyelami Buih Limbah Loundry”.

Dalam diskusi ini mengundang pembicara Budi Rahardjo dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta, Sutarto dari Dinas Perizinan kota Yogyakarta, Dyah Suryani Dosen FKM UAD, dan Diana Putri A selaku Pempinan redaksi majalah Poros,.

Menurut Budi, permasalahan yang timbul adalah mudahnya mendapatkan izin mendirikan usaha laundry dan kurang memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan. Pembinaan dari dinas perizinan bagaimana mengawasi dan memberikan sanksi hukum kepada pihak yang telah diberi izin ketika melanggar peraturan.

Meningkatnya konsumen menjadi salah satu alasan juga mengapa usaha laundry menjadi salah satu usaha yang menjanjikan dan akan aksis kedepannya. Solusi yang ditawarkan dalam masalah ini adalah dengan mengelola limbah laundry menggunakan fiberglas.(Annisatul Ummah, Jarkominfo)

Editor : Folly Akbar

 

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of