Tinta Tanda Pemilih Mudah Hilang

Tinta yang mudah hilang memberi peluang pelaku kecurangan.

 

Tinta sebagai tanda mahasiswa telah memilih mudah hilang.

lpmarena.com, Senin(03/13), Pemilwa 2013 di UIN Sunan Kalijaga serempak dilakukan disetiap fakultas, tak terkecuali di Fakultas Adab dan Ilmu Budaya. Di Fakultas Adab, pemungutan suara dilakukan di lantai 3.

Ada hal ganjil dalam pemilwa di Fakultas Adab, yakni tinta yang digunakan untuk sidik jari sebagai tanda bukti mahasiswa telah memilih ternyata mudah hilang bila terkena air. Sebagaimana yang diutarakan oleh Bintang Pertiwi, mahasiswa Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) semester IV. Bintang menyebutkan bahwa tinta dijarinya selepas pencoblosan hilang saat dibasuh sewaktu hendak sholat. “Tintanya hilang karena dicuci buat sholat”, terangnya.

Hal yang sama juga dialami oleh Lely, mahasiswa Sastra Inggris (SI). “Tadi saya mencoblos jam 12, abis itu wudhu buat sholat”, jawabnya saat ditanyai oleh Kru Arena soal tinta dijemarinhya hilang.

Menanggapi hal ini, Huda selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa Fakultas (KPUM-F) Adab mengatakan bahwa tinta itu dari KPUM Pusat, sedangkan fakultas hanya mengekor dari universitas. Menyinggung soal tinta yang mudah hilang, Huda menyanggahnya, karena menurutnya itu karena jari pemilih yang tak terlalu ditekan. “Itu karena kurag tebel, kesalahan dalam menekan, jadi kami (KPUM) tidak bisa disalahkan”, jelasnya.(Usman Hadi)

Editor : Folly Akbar

 

Komentar

komentar

Baca juga  Kecewa, Mahasiswa Difabel Bersikap Golput

Related posts

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of