Negara Kalut Jalud

Peran pesantren dalam persoalan kenegaraan sangat diperlukan.

 

PP Minhajul Muslim peringati Isra’ Mi’raj dengan diskusi kenegaraan.

Lpmarena.com. Menyambut Isro’ Mi’raj 1434, PP Minhajjul Muslim mengadakan sarasehan dengan tema “Mewujudkan generasi bangsa yang berintegrasi politik dan hukum” di aula utama JPPI Minhajul Muslim Kamis malam(06/06). Acara ini di hadiri puluhan orang, mulai dari santri, mahsiswa, serta masyarakat.

“Untuk menyambut Isro’ Mi’raj ke 1434 tahun ini, kami membentuk sebuah sarasehan yang semoga bermanfaat untuk kita semua, Ujar Nanang  selaku ketua panitia dalam sambutannya.

Acara ini menghadirkan pembicara Hafdzil Alim, Peneliti di Pusat Kajian Anti Korupsi(PUKAT) fakultas hukum UGM yang juga ketua bidang ninlitigasi LPHB PWNU DIY. Hafdzil mengungkapkan kegelisahannya tentang Negara ini. “Hampir semua parpol terindikasi tindak pidana korupsi. Dari 524 pemerintahan daerah di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi, 234 kepala daerah terjerat tindak pidana korupsi. Kemudian dari 33 gubernur, 17 diantaranya terkena tindak kasus hukum, Negara ini sebenarnya sangat carut marut”, ungkapnya

Hafdzil juga mengkritik perilaku tidak adil pemerintah, sehingga beberapa daerah terisolasi. “Ada kelompok warga masyarakat yang sampai sekarang mereka belum mampu berbahasa Indonesia padahal kita sudah merdeka lebih dari 63 tahun. Di gorontalo masih ada kampung yang melakukan  perkawinan “fises”,  bapak mengawini anaknya, adik mengawini mbaknya itu masih ada, karena apa ? mereka terisolasi atau mungkin karena kehidupan politik yang amburadul”, tambah Hafdzil.

“Namun sebagai generasi bangsa kita harus memiliki integritas yang besar dalam melihat fenomena–fenomena yang terjadi di Negara ini”, ungkap Hafdzil dengan penuh harap. (Dedik Dwi Prihatmoko )

 

Editor : Folly Akbar

Baca juga  Il Principe: Sebuah Risalah Politik

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of

Send this to a friend