Puisi-puisi Yunita Purwandari

Puisi-puisi Yunita Purwandari

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Oleh : Yunita Purwandari*)

 

Perempuan itu “Aku”

Sajak rindu terurai dilarutnya gelombang malam yang sunyi.
Diiringi lagu cinta bertajuk rindu.
Lagu yang telah kau nyanyikan disore kala senja menyapa.
Menyapa gelombang air laut yang mulai surut.
Menyisakan butiran debu jejak kaki.
Kau nyanyikan lagu yang bertabur serpihan masa lalumu.
Kau nyanyikan dalam lingkaran warna jingga senja.
Sesaat ku hanya terdiam.
Dan ku suarakan nyanyian yang telah terlintas dalam benak.
Benak seorang perempuan yang baru hadir dalam lingkungan kehidupanmu.
Perempuan itu “Aku”. .

 

Abu-abu langit Indonesiaku

Gedung menjulang dilangit pertama.
Langit ketujuh menjadi tujuan.
Pertanyaan menggema di ruang abu-abu.
Hipermoralitas terlahir kepermukaan.
Muncul ibarat tanduk-tanduk yang harmonis.
Asap-asap terperangkap di jaring langit kekuasaan.
Menjelma terpuruk dalam kolaborasi.
Satuan angka dalam kantong kekuasaan.
Terus teracuni oleh ketidakjujuran.
Oleh: Yunita Purwandari.
Sosiologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

 

*)Penulis adalah mahasiswa Prodi Sosiologi

Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Komentar

komentar

Baca juga  Matinya Wifi Seminggu Terakhir Menyulitkan Mahasiswa

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of