Awan Makin Kelam di Atas Ka’bah

Bedah buku ini menjadi agenda pertama SEMA-U pasca pelantikan Kamis lalu (04/07).

lpmarena.com, Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U) UIN Sunan Kalijaga bekerja sama dengan Social Movement Institute (SMI) menggelar bedah buku berjudul “Awan Kelam di Atas Ka’bah” karya Abu Muhammad Ashim al-Maqdisiy pada Sabtu pagi (06/07) di Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Menurut Eko Prasetyo, sebagai Keynote Speeker sekaligus direktur SMI, mengatakan modernisme banyak menyingkirkan nilai-nilai kemanusian dan kekuatan kapital global telah merongrong Arab Saudi. Sehingga timbul pertanyaan masihkah kota itu layak disebut kota suci?. Itulah pentingnya kenapa bedah buku ini diselenggarakan.

Dalam pandangan Ust. Salim Mubarok Attamimy sebagai narasumber mengungkapkan bahwa telah banyak yang hilang dari Daulah Saudi Arabia hari ini. “Petugas amar ma’ruf nahi mungkar sekarang hanya berwenang menjaga pintu Masjidil Haram, tapi tidak berwenang melarang hal-hal yang jelas-jelas haram”, ungkapnya.

Selanjutnya, Noorhaidi Hasan yang juga Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga banyak menyoroti Saudi Arabia dari sisi sejarah. Mulai dari perang Israel dan Mesir pada tahun 1967 yang ikut melibatkan Saudi Arabia sampai eksistensi Al-Haramain (dua tanah haram -mekkah dan Madinah, Red). “Al-Haramain seharusnya tidak hanya dimiliki atau di privatisasi suatu bangsa tapi harus menjadi milik semua umat muslim”, imbuhnya. (Nurul Elmi)

Editor : Folly akbar

Komentar

komentar

Baca juga  Yuk!! Ikut Bedah Buku Puisi

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of