Aku Buta, Maka Kuatkanlah Aku

Oleh : Mugiarjo *)

Kususuri jalan dan lorong kampus ini dengan ketukan ringan tongkat di tanganku.

Kuraba pula dengan sedikit sapuan tongkat kecil ini.

Dimana tongkatku tak menyentuh apapun selain lantai.

Disitulah aku dapat melangkah.

 

Duh gusti, tetap lapangkan dan lancarkan jalan ini.

Aku tak harus memikirkan.

Riuh suara orang-orang sisekelilingkku.

Apa- apa yang mereka bicarakan.

Menertawakanku atau apalah itu.

Juga tidak hati dan akal ini tuk memelas pada mereka.

 

Kususuri jalan dan lorong kampus ini dengan ketukan ringan tongkat di tanganku.

Jika aku terjatuh atau diserempet kendaraan.

Itu semata bukanlah salah siapapun.

Melainkan aku yang tak dapat melihat.

 

Kususuri jalan dan lorong kampus ini dengan ketukan ringan tongkat di tanganku.

Berharap sesegera mungkin aku sampai tujuan.

Duduk nyaman diruang kelas.

Bersedia menyambut ceramah sang dosen.

 

Aku yang buta.

Yang tak mampu mellihat.

Yang hanya dapat menimbulkan kesukaran bagi sesama.

Hanyalah berharap pada-Mu

Yaaa Rabbi, Tuhan yang maha melihat

Usah Kau beri badan ini mata tuk melihat

Sesungguhnya banyak hal buruk yang dapat terlihat kelak

Cukup kuatkan aku dan semangatkanlah aku

Dalam menimba ilmu dan mensyukuri segala nikmatmu

Juga, jangan tambah lagi orang sepertiku.

Biarkanlah yang lain tetap baik seperti yang lain.

Tak ada kata “ andai ku dapat melihat”

Hanya ada kata “ kuatkan dan semangatkanlah aku”

 

*) Penulis adalah mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam Angkatan 2012

Komentar

komentar

Baca juga  Puisi-Puisi Rahmad Hidayat: Arakan Awan Putih

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of