Mengungkap Akar KDRT

lpmarena.com, Rabu (25/09) Pusat Study Wanita (PSW) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan diskusi bulanan bertemakan “Being A Man, Peningkatan peran laki-laki dan orang tua dalam  penghapusan diskriminasi dan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.” Acara yang berlangsung di gedung rektorat lama tersebut menghadirkan Mochamad Sodik sebagai pembicara.

Menurut sodik, akar persoalan dari kekerasan dalam rumah tangga disebabkan relasi sosial yang timpang, baik secara gender maupun secara usia.

Menurutnya, lelaki memiliki dua dominasi, terhadap istri dan anak. Jika tidak hati-hati, seorang lelaki akan terperangkap dalam kemaskulinannya sendiri. “Padahal masing-masing orang memiliki sisi maskulin dan feminine, hanya bagaimana kedua sisi tersebut bisa diseimbangkan, ujarnya.

Sodik juga mengkritik para lelaki yang kerap melakukan kekerasan terhadap anak ataupun istri yang masih banyak terjadi di Indonesia, “Sewajarnya seorang lelaki berintrospeksi diri untuk kembali mempertanyakan apa yang selama ini diyakini tentang konsep menjadi laki-laki”, imbuhnya.

Sementara itu Fadhilah, mahasiswi semester V jurusan Perbandingan Agama mengapresiasi agenda diskusi bulanan ini. “Banyak hal yang aku dapatkan dari diskusi tersebut, apalagi menyangkut rumah tangga dan peran seorang wanita, jadi tahu sih bagaimana harus bersikap dengan laki-laki”, ungkapnya.(Chusnul Chotimah)

Editor : Folly Akbar

 

 

Baca juga  Pesantren Belum Sensitif Gender

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of

Send this to a friend