Cerita Kesuksesan Seorang Firman

Cerita Kesuksesan Seorang Firman

Penampilan Firman ketika menceritakan kisah hidupnya kepada para peserta seminar di Convention Hall, (17/11).

Lpmarena.com, Witing tresno jalaran soko telo (Cinta tumbuh karena ketela) adalah gambaran motto hidup yang cocok bagi Firmansyah Budi Prasetyo. Nara sumber dalam seminar bertema “Menumbuh Kembangkan Jiwa Kewirausahaan pada Generasi Muda” dalam rangkaian acara Entrepreneurship Fair 2013 oleh fakultas Sains dan Teknologi, (17/11). Bertempat di Gedung Convention Hall UIN Sunan Kalijaga, Pemilik brand “Cokro Telo Cake” ini mengungkapkan kisah dukanya menjadi seorang pengusaha.
“Langkah awal selalu melelahkan,” tutur Firman (sapaan Firmansyah). Mulailah dengan apa yang kita cintai. Itu bisa dilihat dari budi pekerti dan body pekerti. Dicontohkan dia sendiri, Firman memiliki body yang tambun, ia suka makan, maka ia berbisnis makanan. Ia memulai bisnisnya dari percetakan dan warung internet (warnet) yang semuanya gagal. Hingga akhirnya ia memilih tela sebagai bisnisnya.
Langkah awal tidak selalu mulus. Dimulai dari memanfaatkan gerobak almarhum Ibunya, Firman mencoba berjualan. Kuliah hukum tidak mengajarinya bagaimana menggoreng  yang benar atau bagaimana cara membungkus kemasan yang menarik. Ia belajar dengan konsep “Trial and Error” untuk mendapatkan komposisi yang enak, baik penampilan maupun rasa. Awalnya produk yang dihasilkan gagal dan tidak diminati konsumen, setelah belajar dan belajar dari pengalaman Firman menemukan racikan dari resepnya sendiri, hingga sekarang cokro telo racikannya laris di pasaran.
Modal untuk memulai usaha ini dahulu hanya Rp 3000,-. Firman mengungkapkan modal tidak hanya uang. Modal pertama yang terpenting adalah diri sendiri, jual (nilai) diri sendiri. Kedua, keahlian. Ketiga, networking (red, Jaringan). Keempat, kreatifitas. Juga didukung dengan trust (red, kepercayaan) dan dekat dengan media (sesuatu yang unik disukai media).
Selain Cokro Telo Cake, ada banyak produk yang dihasilkan dari bisnisman Firman ini, diantarnya Tela Krezz dan berbagai produk olahan coklat. Mimpi Firman, ia ingin tela setara dan mendunia. “Tela is me,” pungkas Firman. (Isma Swastiningrum)

Baca juga  Agar Objektif, Tim Penilai Didatangkan dari Luar Kampus

 

Editor : Ulfatul Fikriyah

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of