Menggali Tradisi Menemukan Jati Diri

“Perubahan budaya saat ini dipengaruhi tiga hal. Pertama, globalisasi dalam bentuk barang. Kedua, estetisasi nilai-nilai manusia. Ketiga, melemahnya sistem pengetahuan beragam.”

Lpmarena.com, Inilah yang dipaparkan oleh Maharsi, Dosen fakultas Adab dan Budaya UIN Sunan Kalijaga dalam sarasehan budaya yang dilaksanakan di Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. “Ini yang menyebabkan lemahnya budaya kita pada saat ini, artinya kebudayaan bukan menjadi sumber nilai tetapi menjadi sumber perubahan. Kebudayaan juga sebagai alat bagaimana menemukan tradisi jati diri yang berarti. Kemudian, kebudayaan juga harus seperti masjid, tidak semata-mata itu untuk shalat tapi juga dapat memperbaiki akhlak berbudaya,” ungkap Maharsi (20/11).

Selanjutnya, M Jadul Maula, pembicara kedua dalam sarasehan ini mengungkapakan tenang tradisi Islam yang saat ini mengalami banyak masalah. “Bagi kita problemnya antara lain, penjajahan yang dilakukan Belanda ketika datang di Indonesia bertujuan untuk menghilangkan jati diri kita, terutama pada bahasa yang merupakan titik strategisnya karena yang kita tau Indonesia mempunyai bermacam-macam bahasa,” tutur Jadul Maulana.

M. Jadul Maula pun mengaitkan ini pada sejarah zaman Majapahit, Brawijaya yang dipelopori Ronggo Warsito. “Wilayah barat saat ini pun sebenarnya masih mencari-cari lagi potensi tradisi kebudayaan yang kita miliki, itu semuanya bisa terjadi  karena kita belum menyadari potensi kita sendiri. Yang kita butuhkan semuanya  itu ada di tanah yang subur ini. Lagi-lagi, sekali lagi kita belum menyadarinya. Termasuk juga globalisasi yang pada saat itu martabat kita lebih tinggi,” jelas M Jadul Maulana kemudian.

Dari pada itu untuk mencari metode yang bisa memberi pemahaman terhadap tradisi dan budayakita terlebih dahulu kita harus konsentrasi dan meditasi yang khusyu. Karena kita belum mensyukuri nikmat tang telah diberikan oleh sang Maha Pencipta. Pada dasarnya yang kita punyai itu belum kita kembangkan dan itu berada didalam diri kita bukanya diluar, itulah relasinya.

Baca juga  Soehadha: Bagaimana Jika Kebudayaan Dipentaskan?

Sarasehan yang digelar setelah penutupan acara Pekan Budaya fakultas Adab ini berlangsung dari pukul 10.00- 13.00 WIB. (Yazid Maulana)

Editor : Ulfatul Fikriyah

 

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of