Home - Hilangnya Falsafah Negeri Ini

Hilangnya Falsafah Negeri Ini

by lpm_arena
Print Friendly, PDF & Email

Lpmarena.com, Dalam upaya menanamkan kembali eksistensi bangsa Indonesia yang kaya akan budaya, Dewan Mahasiswa Fakultas (Dema–F) Ilmu Tarbiyah dan  Keguruan mengadakan seminar filsafat dan Budaya dengan tema “Membongkar Kembali Nilai-Nilai Falsafah Nusantara Guna Mewujudkan Peradaban Bangsa”, Sabtu (23/11), di Ruang Teatrikal Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Acara tersebut dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai fakultas dan jurusan di UIN Sunan Kalijaga.

Menurut Irsyad, Ketua Panitia, tema yang diangkat dalam seminar tersebut, karena melihat realiatas sekarang ini para pemuda mulai senang mereduksi budaya barat sebagai bagian dari aktivasi kehidupan kesehariannya. “Sekarang ini, bangsa kita sudah banyak yang mengadopsi budaya luar. Seperti yang lagi marak sekarang ini, yaitu gaya ala Korea (K-Pop), ” ujar mahasiswa semester 5 jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) tersebut.

Hadir sebagai pembicara M Jadul Maula (44), seorang budayawan Yogyakarta, dan Agus Nuryatno (43), akademisi dan Dosen Tetap di Fakultas Tarbiyah. Menurut M Jadul Maula, bangsa Indonesia sudah mengalami krisis jati diri dan mulai tidak mengenal siapa dirinya dan juga negaranya. Dia menambahkan, nilai falsafah negara yang terkandung dalam Bhinneka Tunggal Ika sudah tidak lagi menjadi dasar dalam keberlangsungan hidup bangsa ini. “Yang satu melahirkan suatu yang beragam, dan yang beragam kembali menyatu,” jelas M. Jadul Maula.

“Ada delapan unsur yang membuat kita dapat menyatu dengan alam, diantaranya air, api, angin dan semuanya itu membawa kita kepada Tuhan. Adapun nilai-nilai falsafah nusantara terdiri dari tiga macam, dengan kita mencintai diri sendiri menghormati sesama dan menyatu dengan alam,” tambah M Jadul Maulana yang juga pengasuh Pondok Pesantren Kali Opak tersebut. (Masodi dan Ekmil Lana)

 

Editor : Ulfatul F