Mahasiswa PMI, Mahasiswa Pemberdaya Masyarakat

“Meskipun kabupaten Kulon Progo termasuk kabupaten di DIY yang memiliki angka kemiskinan tinggi, namun inovasi pemberdaya masyarakatnya terbilang cukup baik saat ini.”

Lpmarena.com, Mahasiswa jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) mengikuti kuliah umum bertajuk Strategi Pemberdayaan Masyarakat: Sebuah Cerita Pemberdayaan Masyarakat Di Daerah Kulon Progo di Teatrikal Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo (K) menjadi pemateri tunggal yang mencerikan pemberdayaan di wilayahnya.

Pak Hasto, sapaan Bupati Kulon progo ini, mengungkapkan akan gagasan khasnya diusung masyarakat Kulon Progo, yaitu “Bela-Beli Kulon Progo” yang merupaka metode sangat ampuh dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.

Lebih lanjut dia menambahkan, Kulon Progo sebagai salah satu kabupaten terbelakang selain Gunung Kidul di DIY mempunyai angka kemiskinan paling besar yaitu 24%. Salah satu cara agar tidak terbelakang, menurutnya dilakukan praktek penguatan ekonomi lokal seperti dibentuknya koperasi-koperasi kecil dan kelompok usaha lokal sehingga mampu bersaing dengan produk-produk import.

“Kita sebagai calon pemberdaya masyarakat ketika sudah kembali ke daerah masing-masing tentu harus punya bekal pengalaman dari orang lain. Acara ini sangatlah penting selain teori-teori yang sudah didapatkan di kelas,” ujar Andrian, mahasiswa PMI angkatan 2011 sekaligus panitia (5/12).

Hal ini diamini Pajar Hatma Indra Jaya, dosen PMI. Kuliah umum seperti ini sangat penting bagi mahasiswa PMI. Karena mereka memang disiapkan menjadi seorang pemberdaya masyarakat. Terlebih Kabupaten Kulon Progo merupakan daerah paling menonjol untuk sementara, yang mempunyai terobosan inovasi pemberdayaan masyarakat pada saat ini, daripada empat kabupaten lain di provinsi DIY, seperti Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, dan Gunung Kidul.

Acara yang dimulai pukul 10.00 pagi itu, dihadiri seluruh mahasiswa jurusan PMI angkatan 2010-2013. Selain itu, hadir pula Pembantu Rektor III, Kepala Jurusan (Kajur) serta Dosen PMI.

Baca juga  Mainset Guru Profesional

Acara yang rutin setiap tahun ini diwarnai beberapa pertunjukan, seperti tari, musik band, dan musik akustik. Di akhir acara panitia juga memberikan hadiah buku mengenai pemberdayaan masyarakat kepada mahasiswa yang aktif bertanya. (Muza)

 

Beri Komentar

Send this to a friend