Menyongsong Sukses Pemilu 2014

Lpmarena.com, Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEM-J) Psikologi menyelenggarakan seminar psikologi politik dengan tema “Upaya Preventif terhadap Sikap Apatis Jelang Pemilu 2014” dibarengi dengan penandatanganan dan deklarasi “Masyarakat Jogja Anti Golput”. Acara yang bertempat di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga ini berlangsung siang hari (18/12) dan dihadiri Hifdzil Alim (Pusat Kajian Anti Korupsi UGM ), Farid B Siswanto (Komisi Pemilihan Umum Daerah Yogyakarta) serta Johan Nasrul Huda (Dosen psikologi UIN Sunan Kalijaga) sebagai nara sumber.

Seminar ini sebagai upaya edukasi politik bagi calon pemilih menyambut pemilihan umum (pemilu) 2014, baik melalui partai maupun penyelenggara pemilu (pemilihan umum), yang dalam hal ini Komisi Pemilian Umum (KPU). Mengingat semakin rendahnya partisipasi pemilu tiap pemilu digelar. Mulai dari tahun 1999 sebesar 92 %, kemudian di tahun 2004 sebesar 85 % dan semakin menurun di tahun 2009 sebesar 71 %.

“Hal ini tentu menimbulkan sikap miris. Dikhawatirkan di tahun 2014 nanti angka golput (golongan putih) semakin meningkat,” ungkap Farid B Siswanto.

Selain itu perlu upaya penyadaran terhadap identitas pemilih, bahwa partisipasi mereka tentu dapat membawa kebaikan bagi mereka. Caranya dengan mengetahui orang yang akan dipilih, tidak melakukan money politik (Politik Uang), maka perlu adanya gerakan komunal untuk menjadi pemilih yang cerdas.

Pelaksanaan pemilu, baik pemilu kepala daerah, pemilu legislatif maupu pemilu presiden sangat rawan dengan korupsi. “Bayangkan seorang anggota dewan untuk mendapat kursi di DPR harus mengeluarkan biaya 2 Miliyar untuk membeli suara. Sementara gaji selama 5 tahun hanya 1,2 M. Lalu darimana biaya untuk menutupi kekurangan tersebut?,” ungkap Hifdzil Alim. (Hasbulah Syarif)

Editor : Ulfatul Fikriyah

Komentar

komentar

Baca juga  Fungsi DPD Masih Dipertanyakan

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of