Menjadi Petani yang Mandiri

Aulia Nur menyampaikan materinya bersama Setyo Agus dan Amin dalam acara peluncuran majalah "Potret Suram Kemandirian Petani" di Temanggung, Rabu (18/12).

lpmarena.com, Rabu(18/12), Lembaga Pers Mahasiswa Arena luncurkan majalah berjudul  “Potret Suram Kemandirian Petani”. Acara ini berlangsung di Balai Desa Bengkal Krandan, Temanggung Jawa Tengah dan dihadiri puluhan petani dari desa setempat. Acara peluncuran ini diisi dengan Sarasehan dan diskusi langsung bersama petani.

Pemateri dalam acara ini Setyo Agus ( Petani organik Temanggug), Aulia Nur ( Dinas Pertanian Temanggung), dan Amin (Aktivis Petani Temanggung).Turut hadir pula Sofyan selaku Kepala Desa Bengkal yang memberikan sambutannya di awal acara.

Aulia Nur menjelaskan metode baru bagi petani untuk menghemat air, dengan budidaya padi hemat air melalui konservasi dan irigasi. “Kami perkenalkan padi hemat air, hemat benih untuk petani organik,” ungkap Aulia Nur.

Kesuksesaan dalam hal pertanian dialami Setyo Agus. Ia mengungkapkan dirinya sampai bisa ke Singapura lantaran tanaman buncis yang Ia tanam diekspor ke luar negeri. Ketika Sedyo akan menanam sayuran buncis dengan mencoba pemakaian pupuk organik pada tahun 1999, dan ternyata kandungan pestisidanya tidak membahayakan sehingga bisa diekspor. “Di Singapura pertaniannya lebih maju dengan pemasukan per hari, bukan per bulan sehingga kesejahteraannya terjamin,” ungkap Setyo. (Anisatul Umah)

 

Editor : Ulfatul Fikriyah

Komentar

komentar

Baca juga  Kampus dan Matinya Kebebasan

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of