Home - Website UIN Suka dibobol Hacker

Website UIN Suka dibobol Hacker

by lpm_arena
Print Friendly, PDF & Email

Kiriman Hacker di Website UIN.

Lpmarena.com, Website  UIN Sunan Kalijaga yang beralamatkan uin-suka.ac.id dibobol hacker, Jumat pagi (10/01). Muncul kiriman “Poster” yang  nenampilkan sebuah gambar hitam putih dan beberapa kalimat pernyataan sampai peringatan yang terpampang di laman website. Di sebelah pojok kiri bawah poster terdapat foto kepala manusia misterius, layaknya para hacker. Sistem pengamanan website UIN mulai dipertanyakan.

Kiriman itu mencoba untuk mengingatkan bahwa sistem keamanan Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) milik UIN Sunan Kalijaga tidak terlalu kuat. Terbukti dengan isi kalimatnya. “Knowledge Is Free. We Are Anonymous. We Are Legion. We Do Not Forgive. We Do Not Forget. Expect Us.

Kiriman tersebut beralamat di http://uin-suka.ac.id/index.php/page/berita/detail/818/we-are-anonymous pada Jumat 10 januari 2014 pukul 09:21:52 WIB. Saat ini link tersebut sudah di hapus.

Peristiwa tersebut langsung di respon oleh Agung Fatwanto, Kepala PTIPD UIN Suka. Agung kemudian menggelar rapat internal selama 1 jam setengah. Tepatnya selang 5 menit setelah kejadian untuk menganalisis bagaimana hal itu dapat terjadi.

Dosen Fakultas  Sains dan Teknologi tersebut menuturkan bahwa pemasangan “poster” tersebut bukan masalah teknis, tetapi nonteknis yang disebabkan kelalaian pengguna. “Pemasangan gambar tersebut dilakukan secara prosedural oleh pelaku, lewat akun dan password salah satu pegawai,” tuturnya menjelaskan.

Agung menduga hal tersebut karena ada salah satu pegawai yang sembarangan memberikan akun dan password posting berita kepada seseorang [pegawai yang lain]. Sehingga mudah diketahui dan tidak terlalu rahasia lagi.

Oleh karena itu, antisipasi dari hasil rapat tersebut adalah mengganti kunci password dan membuat regulasi baru. “Kunci itu nantinya tidak boleh dikasihkan ke sembarang orang,” kata Agung.

“Sebelumnya, kami sudah berusaha mengantisipasi, tapi kita juga tidak memungkiri akan ada yang menjebol. Logika hacker kan semakin ketat pagar yang kita ciptakan malah semakin menantang mereka untuk membobol,” pungkasnya (Taufiqurrahman)

 

 

Editor : Folly Akbar