Sosok Ibu dalam Film India

Gambar Sampul Film Mother India yang menceritakan perjuangan seorang Ibu di negara India.
Gambar Sampul Film Mother India yang menceritakan perjuangan seorang Ibu di negara India, karya Mehboob.

Perempuan India itu kalau bukan ibu, anak, istri maka ia adalah pelacur

lpmarena.com,  Kutipan di atas disampaikan oleh Mahfud Anwar dalam Obrolan Reboan “Film India: Tradisi, Politik dan Identitas” di Pendopo LKis, Yogyakarta. Selasa (21/1), kemarin.

Perempuan dalam industri film India selalu menjadi karakter kuat, terutama seorang ibu. “Sosok ibu selalu muncul dalam film india. Biasanya ia mempunyai dua anak, yang satu menjadi polisi dan satunya bajingan,” ungkap pengelola blog “aku dan film india melawan dunia” tersebut.

Ia mencontohkan film Mother India. Film pertama yang mengangkat sosok ibu dan berhasil menggugah emosional penonton.

Dari sampul filmnya terlihat seorang perempuan India memakai kain sari (pakaian khas India) memanggul sebuah kayu. Kayu itu adalah sebuah alat yang digunakan untuk membajak sawah. Biasanya ditarik oleh sapi atau kerbau.

Tampak cucuran peluh perjuangannya. Lelah. Tapi itu dilakukan demi ikhtiar menyambung hidup untuk diri dan kedua anaknya. Namun, perjuangan ibu tersebut pada akhirnya berujung pahit. Karena sang ibu dipaksa memilih untuk membunuh salah satu dari kedua anaknya. Antara yang baik dan jahat. Ia memilih yang baik.

Film garapan Mehboob Khan Production tersebut diputar pada tahun1957. Sebuah gagasan film dari seorang sosialis muslim di negeri Hindhu. Bahkan lambang logo film di kiri atas poster adalah palu arit. “Ini sebuah representasi dari kehidupan orang india yang penuh ketidakadilan. Contohnya, kemiskinan, korupsi, dan kinerja polisi yang lelet” kata Peneliti film India tersebut.

Mahfud mengatakan film adalah representasi kehidupan nyata dan film juga mempengaruhi kehidupan nyata. Lewat film kita dapat mengkonstruksi budaya bahkan menciptakan budaya tersendiri. “Sekarang di India ada seorang cowok yang menembak cewek dengan nyanyi,” ia mencontohkan.

Baca juga  Andai Aku Tuhan, Ibu

“Hal tersebut memberi kesan film india mampu menampilkan kebudayaannya secara kental. Menjawab pertanyaan bagaimana industri film India mempresentasikan budayanya kepada bangsanya sendiri maupun bangsa asing.  Sebuah rasa nasionalisme sejati, akibat kolonialisasi,” tambahnya.

Selain ciri di atas, industri film India adalah peniru atau mimikri dari film lain. “Mereka mengambilnya dari luar dan menampilkan dalam miliknya sendiri, sehingga terkesan ‘ini loh  Indiaku’,” tutur Mahfud menyimpulkan. (Taufiq)

 

Editor : Ulfatul F.

Komentar

komentar

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of