Home - Menginjak H+8, Abu Vulkanik di Kampus Belum Teratasi

Menginjak H+8, Abu Vulkanik di Kampus Belum Teratasi

by lpm_arena
Print Friendly, PDF & Email
1958531_462312010561735_1762079278_n

Berbagai tempat di UIN masih diselimuti abu vulkanik.

Hari ini, Jumat(21/02) Civitas Akademik di UIN baru akan melakukan kerja bakti.

Lpmarena.com. Yogyakarta – Delapan hari pasca meletusnya Gunung Kelud, kondisi kampus UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta masih diselimuti debu. Beberapa tempat umum yang biasa disinggahi mahasiswa masih terlihat kotor. Salahsatunya Laboratorium Agama (Masjid) UIN Sunan Kalijaga.

“Jalan di selasaran Masjid masih sangat kotor. Rasanya sangat mengganggu sekali ketika mau sholat,” ungkap Abdul Hamid (20), mahasiswa jurusan Pendidikan Kimia semester II UIN SUKA.

Upaya pembersihan abu vulkanik sesungguhnya sudah dilakukan petugas kebersihan secara continue sejak hari pertama hujan abu terjadi. “Yang membersihkan Masjid itu kami dan kawan-kawan sejak hari Senin sampai hari ini (Kamis, red), namun masih belum juga kunjung selesai,” ungkap Ali Sodik, Kabag Rumah Tangga di UIN SUKA.

Menurutnya, beragam cara sudah dilakukan untuk membersihkan debu tersebut, mulai dari penyemprotan, disapu, hingga mengeruk dan diangkut dengan menggunakan truk untuk dibawa ke tempat pembuangan.

Di tempat lain, Sumarto (40), salah satu cleaning servis fakultas Ushuluddin UIN SUKA mengungkapkan, pihaknya telah berupaya setiap hari untuk membersihkan abu di gedung fakultas. “Setiap hari sudah kami bersihkan dari pagi sampai sore, tapi besok paginya sudah kotor lagi.”

Dia juga menambahkan, salah satu faktor yang menyebabkan lamanya penanganan abu tersebut karena kencangnya angin yang menyebabkan abu beterbangan masuk ke lingkungan kampus. Sehingga meskipun sudah dibersihkan, tetap saja kotor.

“Mungkin kalau hujan deras selama satu bulan secara terus menerus, baru semua ini bisa selesai dan kampus bisa kembali bersih dan normal,” tambahnya.

Dia juga mengungkapkan, bahwa setiap masukan sudah dilakukan. Rencaanya, UIN akan melakukan kerja bakti dengan melibatkan semua pihak hari ini (21/02). Surat pemberitahuan tentang program tersebut sudah diedarkan ke semua fakultas sejak hari selasa kemaren. “Untuk besok itu (Jum’at, red) tidak beraktivitas di dalam ruangan, tapi beraktivitas di luar ruangan. Semua dosen, pegawai, mahasiswa dan lainnya harus sama-sama dilibatkan,” tutur Ali Sodik (20/02).(Mas’udi)

 

Editor : Ulfatul F