Home - PPTD Masih Minim Peminat

PPTD Masih Minim Peminat

by lpm_arena
Print Friendly, PDF & Email

lpmarena.com, Pusat Pengembangan Teknologi Dakwah (PPTD) yang berlokasi di belakang gedung Multy Purpose (MP) memang dibuat untuk memfasilitasi seluruh mahasiswa, khususnya mahasiswa fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Suka dalam mengembangkan potensinya.

Namun dalam kenyataanya, gedung yang menjadi kantor SukaTV, Rashida FM serta Desain dan Fotografi (Difikom) itu hanya diramaikan oleh beberapa mahasiswa yang jumlahnya terbilang sangat sedikit.

Nazili, Ketua PPTD sekaligus Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) menuturkan bahwa antusiasme mahasiswa memang kurang.

“Sebenarnya untuk TV (SukaTV) kita sudah menyediakan 120 form, tapi yang daftar hanya 80, kemudian radio (Rashida FM) 100 form, tapi yang mengisi hanya 43, difikom kita siapkan juga 100 form, tapi yang daftar sekitar 20-30 orang,” ungkapnya menceritakan.

“Pastinya kita sudah sangat terbuka untuk semua mahasiswa di fakultas dakwah ini untuk menggunakan fasilitas di PPTD. Tapi begitu kesempatan itu kita buka, ternyata antusiasme mereka sangat sedikit,” keluh Nazili (13/02).

Menurut pemaparannya, fasilitas di PPTD itu sudah memiliki Standard Operating Procedure (SOP) dan itu jauh lebih baik dari yang dimiliki UGM, UPN dan Universitas lain. Namun, masih saja tidak banyak mahasiswa yang mau bersungguh-sunguh dan memanfaatkannya. “Kita punya fasilitas. Gratis, tapi tidak digunakan,” tambah dosen yang menjabat sebagai ketua PPTD selama 3 tahun ini.

Mohammad Nur Irfan Faiz, mahasiswa jurusan  KPI semester II mengatakan, “Di PPTD itu kurang sosialisasi, tahunya mereka itu SukaTV, Rashida, dll. Kalau kita semester II ini kan belum konsentrasi, jadi belum terjun ke PPTD. Soalnya belum fokus,” ungkap mahasiswa yang pernah aktif di SukaTV itu.

Sementara Zakka Nur Latifah, mahasiswa semester II jurusan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) mengaku tidak tahu PPTD. “Kayak pernah denger PPTD, kepanjangannya apa mba?,” ungkapnya menanyakan. (Niha Nadifah)

 

Editor : Ulfatul Fikriyah