Salim: Pengennya sih Keluarga Datang Saat Wisuda

Salim bersama pacarnya Widiastuti saat prosesi wisuda, Sabtu (05/04). Pada momen itu, keluarganya berhalangan hadir.
Salim bersama pacarnya Widiastuti saat prosesi wisuda, Sabtu (05/04). Pada momen itu, keluarganya berhalangan hadir.

lpmarena.com, Pukul 11.00 WIB, para wisudawan-wisudawati UIN Suka periode April 2014 keluar dari gedung Multi Purpose (5/4). Ratusan orang di luar gedung sedang menanti kedatangan para wisudawan. Senyum bahagia tersimpul dari raut muka wisudawan maupun keluarga yang menyambut. Jabat tangan, cium tangan, hingga cipika-cipiki mereka lakukan.

Namun tidak semua wisudawan bisa merasakan kehangatan sambutan keluarga. Mohammad Salim adalah salah satunya. Keluarga wisudawan asal Mamuju, Sulawesi Barat tersebut tidak hadir. “Melihat teman-teman bersama keluarganya, ya perasaan miris ada mas,”  kata Salim.

“Pengennya keluaga datang di momentum wisuda, hari kebahagiaan setelah 4 tahun belajar di UIN Suka, tapi karena ada beberapa hal yang tidak memungkinkan ya gimana lagi,” tambanya.

Menurutnya, alasan keluarga tidak dapat datang karena letak geografi yang jauh, keadaan ekonomi yang minim, infrastruktur darat yang jelek, dan keadaan kesehatan keluarga. “Ibu saya sering mabok kalau perjalan jauh mas,” kata mahasiswa jurusan Al-Ahwal al-Syakhsyiyyah, Fakultas Syariah angkatan 2009 tersebut.

Namun kesedihan Salim sedikit terobati dengan kehadiran kekasih dan teman seasramanya.  “Di tanah rantau teman adalah keluarga kedua.”

Salim berpesan kepada wisudawan yang kebetulan keluarganya tidak dapat hadir untuk tetap tersenyum, tidak perlu bersedih. Menurut salim kondisi tersebut justru menjadi motivasi bagi dirinya.

“Kalau S1 keluarga tidak bisa datang, S2 keluarga harus datang. Berikan yang terbaik untuk keluarga. Itu saja” pungkas salim.  (Taufiqurrahman)

 

Editor : Folly Akbar

Komentar

komentar

Baca juga  LP2M dinilai Terlambat Menjalin Kerja Sama untuk KKN

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of