JERIT BUNDA MARIA (KUMPULAN PUISI RELIGI)

Oleh: A Taufiq*

 

Curhat Malaikat

Memang makhluk mulia itu aku

Yang tanpa dosa

Yang tanpa noda

Tapi aku cuma malaikat

Memang banyak yang ingin sepertiku

Yang selalu memuja

Yang selalu takwa

Tapi aku cuma malaikat

Aku bukan manusia.

Tawa Bunda Maria

Ia menjerit saat mendadak hamil

“Tuhan, kenapa kau nodai aku?”

Tapi tuhan malah mengajaknya tertawa

Dan akhirnya maria pun tertawa

Bersama bayinya

Tanah Air Husen

Semua tanah: karbala

Semua hari: asyura

Cabut pedangmu

Tumpahkan darahmu!

Jihad bukan sekedar doa

Bukan sekedar kata dan air mata

 

Tarekat

Ya, nikmati saja manisnya dosa

Untuk tahu manisnya takwa

 

(Dalam hujan pinggir sungai, 18 Maret 2014)

 

 

1462195_10200109745224958_1268710936_n*) Penulis awalnya bercita-cita jadi Nabi, makanya masuk jurusan Perbandingan Agama. Tapi ia kecewa ketika nabi-nabi sudah habis terjual. Kini ia jadi warga Sanggar Lingkar Bambu (SALiB) Kalijaga.

Komentar

komentar

Baca juga  Puisi-Puisi Risen Dhawuh Abdullah: Pengemis

Leave a Reply

Beri Komentar

  Subscribe  
Notify of